KPK Berduka atas Wafatnya Anggota IV BPK RI Haerul Saleh

KPK Berduka atas Wafatnya Anggota IV BPK RI Haerul Saleh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Haerul Saleh dalam musibah kebakaran pada Jumat (8/5/2026). Lembaga antirasuah tersebut memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Ia mendoakan agar pihak keluarga mendapatkan ketabahan dalam menghadapi peristiwa ini.

"KPK tentu menyampaikan dukacita yang mendalam atas musibah yang menimpa, dan kami doakan semoga husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan juga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan," ujar Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK.

Pernyataan duka tersebut juga ditujukan secara formal kepada institusi BPK RI. Budi menekankan pentingnya peran almarhum dalam kerja sama antarlembaga selama masa jabatannya.

"Rasa duka ini juga kami sampaikan secara kelembagaan kepada BPK tentunya sebagai mitra strategis KPK," katanya.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa BPK RI memiliki peran krusial dalam membantu tugas-tugas penegakan hukum oleh KPK. Hubungan kerja sama tersebut mencakup audit investigatif hingga evaluasi internal institusi.

Biro Humas dan Kerja Internasional BPK RI mengonfirmasi bahwa Haerul Saleh tutup usia di Jakarta pada umur 44 tahun. Pihak lembaga memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh kontribusi almarhum selama menjabat.

"Anggota IV BPK Haerul Saleh, telah berpulang pada Jumat, 8 Mei 2026, di Jakarta, pada usia 44 tahun. Pimpinan dan segenap keluarga besar BPK menyampaikan penghormatan atas pengabdian almarhum," kata mereka dalam keterangan yang dikonfirmasi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dilaporkan menjadi salah satu pejabat yang melayat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu setelah menerima kabar duka. Sementara itu, pihak kepolisian mulai bergerak untuk mencari titik terang terkait penyebab utama kebakaran di kediaman korban.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Joko Adi menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan terhadap rumah di Jagakarsa tersebut. Fokus utama kepolisian saat ini adalah mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk memastikan asal api.

Artikel terkait

Rekomendasi