Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kajian mendalam terkait dugaan potensi korupsi dalam program pengadaan sepatu siswa oleh Kementerian Sosial. Langkah ini diambil setelah publik menyoroti alokasi anggaran sebesar Rp27,5 miliar untuk pengadaan puluhan ribu pasang sepatu sekolah.
Pengadaan tersebut ditujukan untuk pembelian 39.345 pasang sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat, sebagaimana dilansir dari Suara. Berdasarkan total anggaran tersebut, harga satuan untuk setiap pasang sepatu diperkirakan mencapai Rp700 ribu, sebuah angka yang memicu kritik dari berbagai lapisan masyarakat.
Penelusuran publik di media sosial mengungkapkan adanya kemiripan antara desain sepatu yang dianggarkan dengan produk dari salah satu merek lokal. Identifikasi tersebut merujuk pada brand Stradenine yang secara visual dinilai identik dengan sepatu dalam proyek kementerian tersebut.
Terdapat selisih harga yang sangat signifikan antara anggaran resmi pemerintah dengan harga pasar produk yang diduga serupa tersebut. Berdasarkan data dari akun e-commerce resmi milik merek tersebut, sepasang sepatu serupa hanya dibanderol dengan harga sekitar Rp170 ribuan.
Kondisi ini memicu perbandingan luas di masyarakat mengenai ketersediaan sepatu sekolah berkualitas dengan harga jauh di bawah Rp700 ribu. Berbagai alternatif sepatu lokal di pasaran saat ini tersedia dengan rentang harga Rp112.000 hingga Rp142.000 yang sudah menggunakan teknologi injection mould.
| Merek Sepatu | Teknologi/Material | Harga Estimasi |
|---|---|---|
| Ando Sepatu Sneakers Nitta | Tekstil & Direct Injection | Rp112.000 |
| Carvil Sepatu Anak Torrent | Soft PVC Injection | Rp142.000 |
| Aerostreet Airstrike | Shoes Injection Mould | Rp139.900 |
KPK saat ini fokus mempelajari pelaksanaan program tersebut guna memastikan tidak ada kerugian negara dalam proses pengadaan. Hingga berita ini diturunkan, pengawasan terhadap realisasi anggaran bantuan sosial berupa perlengkapan sekolah tersebut masih terus berjalan.