KPK Ungkap Kode Musik Kasus Pungli Izin Tinggal WNA Rp145,5 Miliar

KPK Ungkap Kode Musik Kasus Pungli Izin Tinggal WNA Rp145,5 Miliar

Kasus korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi mencuat dengan modus yang unik. Para pelaku menyamarkan praktik lancung tersebut menggunakan istilah-istilah dalam dunia musik.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan bahwa para tersangka memakai istilah pembayaran "konser grup band" untuk mengalirkan dana hasil pemerasan. Seperti dikutip dari Suara, praktik pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan wewenang ini telah mengumpulkan uang senilai Rp145,5 miliar sejak tahun 2022 hingga 2026.

Sejumlah kata sandi seperti "vokalis", "gitaris", "backing vocal", hingga "koreografer" diterapkan untuk mendistribusikan aliran dana haram. Sementara itu, untuk melabeli pejabat tinggi di lingkungan kementerian, mereka menggunakan kode bernuansa religius yakni "malaikat".

Perkara alih status izin tinggal ini menyeret delapan orang tersangka di lingkungan imigrasi. Nama-nama yang terjerat meliputi Silmy Karim, Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Saffar Muhammad Godam, dan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra.

Tersangka lainnya berasal dari tingkat teknis, antara lain Ronald Arman Abdullah (Kakanim Jakarta Barat), Tessar Bayu Setyaji, Bagus Bramantyo, Junaidi Sri Pramudi, dan seorang staf bernama Gusti Bernardiansyah. Momentum kasus ini terjadi di tengah restrukturisasi lembaga menjadi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

Penggunaan istilah teknis musik dalam pusaran korupsi ini memicu respons dari para musisi tanah air. Melalui platform Instagram @Indomusikgram, sejumlah seniman memberikan komentar sindiran atas fenomena tersebut.

Drummer Yo Iqbal mengutarakan kelegaannya karena posisi instrumennya tidak ikut dicatut dalam daftar kode suap.

"Drummer aman ya," tulis Yo Iqbal.

Gitaris sekaligus pencipta lagu, Denny Chasmala, turut memberikan tanggapan jenaka mengenai posisinya yang tidak ikut merasakan aliran dana tersebut.

"Kok saya sebagai gitaris gak kecipratan ya?? Mungkin harus gitaris yang jago banget kaya gitaris luar. Untungnya saya jenis gitaris yang 'ngangenin'," ujar Denny Chasmala pada Jumat, 5 Juni 2026.

Sindiran tajam juga datang dari Heruwa, vokalis grup band ska Shaggydog, yang mempertanyakan kelanjutan dari analogi grup musik buatan para koruptor tersebut.

"Albumnya kapan rilis?" kata Heruwa.

Artikel terkait

Rekomendasi