Kreator konten penyandang disabilitas Roza Lisna mengecam tindakan dr. Hilda Natalia Banche yang merendahkan kondisi fisiknya melalui platform Threads pada Senin, 18 Mei 2026. Kasus perundungan yang viral ini memicu desakan publik agar pihak berwenang menindak tegas perilaku tidak profesional sang dokter, seperti dilansir dari Suara.
Peristiwa bermula ketika dr. Hilda membuat utas yang menyamakan bentuk tubuh Roza Lisna, atau yang akrab disapa Uni Bakwan, dengan hewan peliharaan. Dokter tersebut menuliskan sejumlah poin ejekan, termasuk menyebut tubuh korban kecil dan menyamakannya dengan kucing.
Uni Bakwan mengaku baru mengetahui unggahan tersebut setelah menerima banyak pesan dari para pengikutnya. Dirinya sangat terpukul atas ejekan yang datang dari seorang tenaga medis.
"Awalnya enggak tahu, tiba-tiba banyak yang DM dengan kata-kata Threads 'uni kamu tau enggak di Threads ada yang ngomongin uni'. Sebenarnya enggak mau ambil pusing karena biasanya banyak anak-anak yang belum dewasa jadiin uni bahan candaan," tulis Roza Lisna, Kreator Konten.
Dirinya kemudian mengunduh aplikasi tersebut untuk memeriksa kebenaran informasi dari pengikutnya. Isak tangas tidak terbendung setelah ia melihat tangkapan layar di kolom komentar.
"Akhirnya iseng juga download Threads, pas awal buka uni enggak tahu cara mainnya cuma ngetik beberapa kata kunci dan hasilnya? Ketemu lah di screenshot-an di komentar orang seperti foto yang uni up, enggak tahu tiba-tiba air mata jatuh. Sehina itu ya orang kekurangan? Segampang itu ya kekurangan fisik untuk candaan?" tambah Roza Lisna, Kreator Konten.
Kekecewaan korban semakin mendalam setelah mengetahui identitas pelaku perundungan tersebut. Ia mempertanyakan empati pelaku yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi selaku dokter.
"Ternyata itu bukan candaan dari anak-anak kecil yang belum dewasa, tapi dia seorang DOKTER!! Yang saya tahu secara garis besar dokter itu untuk MENYEMBUHKAN, orang yang pendidikannya bagus bahkan tidak sembarang orang bisa menjadi dokter, tapi kenapa DIA dengan gampangnya memberi SAKIT?" tutur Roza Lisna, Kreator Konten.
Korban menegaskan bahwa kondisi fisik yang dimilikinya bukanlah sebuah pilihan. Hal ini menjadi luka mendalam yang dirasakan oleh sesama penyandang disabilitas.
"Langsung ngebatin, fisik saya bukan kemauan saya!! Saya juga mau seperti kalian tapi itu bukan kuasa saya!! Sakit, iya sakitnya dihina itu cuma kami penyandang disabilitas yang tahu rasanya!!" lanjut Roza Lisna, Kreator Konten.
Merespons gelombang hujatan dari warganet, dr. Hilda Natalia Banche akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka secara tertulis. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui kolom komentar pada utas yang sama.
"Selamat malam Uni, saya Hilda Natalia Banche dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kesalahan saya membawa nama Uni dalam bercandaan yang melewati batas," tulis dr. Hilda Natalia Banche, Dokter.
Hilda mengklaim telah berupaya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Ia mengaku mencoba mengirimkan pesan privat kepada korban sebelum menyampaikan permohonan maaf terbuka.
"Sebelumnya saya sudah mencoba menghubungi Uni secara personal untuk meminta maaf langsung. Saya menyadari sepenuhnya bahwa perkataan dan tindakan saya tidak pantas dilakukan, terlebih sampai melibatkan nama Uni dalam konteks yang bisa menyinggung dan menyakiti hati," sambung dr. Hilda Natalia Banche, Dokter.
Meskipun dr. Hilda telah mengakui kesalahan dan meminta maaf, respons tersebut dinilai publik hanya sebagai bentuk reaksi setelah ramai dihujat. Langkah tersebut belum sepenuhnya meredakan kecaman dan kekecewaan masyarakat luas.