Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala menilai pengungkapan markas judi online internasional di Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5/2026), menjadi bukti adanya pergeseran basis operasi sindikat lintas negara ke Indonesia.
Perpindahan pusat aktivitas perjudian daring tersebut ditengarai sebagai dampak dari tindakan tegas yang dilakukan oleh otoritas keamanan di negara tetangga. Dilansir dari Nasional, tren ini menunjukkan pola adaptasi kejahatan transnasional terhadap tekanan aparat.
"Saat kemarin Pemerintah Vietnam mengadakan operasi besar-besaran, maka kegiatan pindah kantor ke Indonesia," kata Adrianus Meliala, Guru Besar FISIP UI.
Adrianus menganalogikan pergerakan sindikat lintas negara ini dengan fenomena fisik sederhana. Menurutnya, tekanan di satu wilayah akan memicu kemunculan aktivitas serupa di lokasi yang berbeda.
"Kejahatan Trans-National mirip dengan balon yang jika dipencet bagian kiri maka akan membesar bagian kanan. Dan sebaliknya," ungkap Adrianus Meliala, Kriminolog.
Bareskrim Polri dinilai telah mengantisipasi pergerakan ini sejak awal. Polisi melihat adanya potensi Indonesia menjadi target lokasi operasional baru karena statusnya sebagai pangsa pasar perjudian daring yang besar.
"Kemampuan Polri mengungkap itu sebetulnya buah antisipasi. Polri sudah melihat gelagat bahwa mereka akan pindah kantor ke tempat target pasar mereka yakni Indonesia," ujar Adrianus Meliala, Guru Besar FISIP UI.
Proses hukum kemudian dilanjutkan dengan pemantauan mendalam terhadap aktivitas mencurigakan. Penyelidikan dilakukan secara intensif guna menjaring bukti-bukti kuat sebelum aparat melakukan penindakan di lapangan.
"Maka cegatan-cegatan kemudian dilakukan untuk memperoleh unsur-unsur dalam rangka lidik," kata Adrianus Meliala, Kriminolog.
Dalam penggerebekan di kawasan perkantoran Hayam Wuruk tersebut, Bareskrim Polri mengamankan total 321 orang yang terlibat dalam sindikat ini. Mayoritas pelaku merupakan warga negara asing yang didominasi oleh warga Vietnam.
| Kewarganegaraan | Jumlah Orang |
|---|---|
| Vietnam | 228 |
| China | 57 |
| Myanmar | 13 |
| Laos | 11 |
| Thailand | 5 |
| Malaysia | 3 |
| Kamboja | 3 |
| Indonesia | 1 |
Selain mengamankan ratusan pelaku, penyidik menyita sedikitnya 75 domain serta situs web yang difungsikan sebagai sarana perjudian. Jaringan ini diduga bekerja secara terstruktur dengan metode tertentu untuk menghindari pemblokiran oleh pemerintah.