Fasilitas penjara Rikers Island di New York kembali menghadapi sorotan tajam setelah dua tahanan ditemukan meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Kematian beruntun ini memicu penyelidikan mendalam dari otoritas terkait serta desakan untuk memperbaiki kondisi rutan.
Umais Khan (40) ditemukan tidak sadarkan diri di tempat tidurnya oleh tahanan lain di Eric M. Taylor Center pada Selasa, 19 Mei 2026 sebelum pukul 11.00 siang. Kurang dari sehari sebelumnya, Rajpattie Ramkellawan (41) juga dinyatakan tewas di fasilitas rutan perempuan Rose M. Singer Center.
Petugas sempat memberikan pertolongan pertama berupa CPR kepada Khan sebelum tim medis tiba di lokasi, namun nyawanya tidak tertolong. Departemen Pemasyarakatan menyatakan bahwa penyebab pasti kematian pria tersebut masih belum ditentukan.
Kematian beruntun ini terjadi di tengah pengawasan ketat tim monitor federal terhadap kegagalan supervisi, respons darurat, dan layanan medis di Rikers Island. Wali Kota Zohran Mamdani dan komisioner penjara menyatakan duka mendalam atas insiden ini.
"I am absolutely devastated that we have lost someone in our care and this tragedy is felt by every member of service," kata Correction Commissioner Stanley Richards dalam sebuah pernyataan tertulis.
Pemerintah kota langsung berkoordinasi dengan mitra pengawas untuk melakukan investigasi menyeluruh atas rentetan insiden fatal tersebut.
"Our administration remains firmly committed to the urgent and essential work of creating better conditions in our city's jail system and closing Rikers Island as quickly as possible," ujar Wali Kota Zohran Mamdani pada Selasa, 19 Mei 2026.
Sehari sebelumnya, Mamdani juga sempat memberikan pernyataan terkait kematian tahanan perempuan di kompleks yang sama.
"heartbreaking tragedy.", kata Wali Kota Zohran Mamdani saat menggambarkan kematian Ramkellawan pada Senin, 18 Mei 2026.
Berdasarkan catatan pengadilan, Khan ditahan tanpa jaminan setelah mangkir dari persidangan kasus dugaan pencurian paket di kawasan Manhattan pada 5 Mei lalu.
"While we wait for further information, I’m calling for a swift, thorough investigation to understand what happened and how to prevent future deaths," kata City Councilmember Selvena Brooks-Powers, Ketua Komite Isu Peradilan Pidana.
Brooks-Powers menegaskan bahwa temuan investigasi ini harus menjadi dasar evaluasi penting bagi Manajer Remediasi.
"It is my hope that these findings can better inform the work of the Remediation Manager. Rikers should not be a death sentence; we must end this cycle." ujar City Councilmember Selvena Brooks-Powers menambahkan.
Di sisi lain, pihak keluarga Ramkellawan mengungkapkan bahwa mendiang memiliki riwayat kecanduan narkoba setelah pindah dari Guyana ke New York lebih dari dua dekade lalu.
"My sister, obviously, she’s a beautiful soul," kata Nadira Jaman, saudara perempuan Ramkellawan.
Jaman menyesalkan karena saudaranya harus mengembuskan napas terakhir jauh dari keluarga, padahal dia bukan pelaku kriminal berat.
"She went through some stuff. Drugs got a hold of her and she was suffering from that." ujar Nadira Jaman melanjutkan.
Pihak pembela hukum dari New York County Defender Services yang mewakili kedua mendiang menyatakan bahwa Ramkellawan telah melewati trauma dan kesulitan yang luar biasa semasa hidupnya.
"Her last moments were not with her family, and she wasn’t even a bad criminal." kata Nadira Jaman terkait kondisi terakhir saudaranya.
Lembaga bantuan hukum tersebut kini mendesak pemerintah kota untuk mengevaluasi fungsi rutan yang sering kali beralih fungsi menjadi tempat penampungan paksa bagi penderita gangguan mental.
"Rikers Island is not a treatment center for those struggling with mental illness and addiction," kata Stan Germán, Eksekutif Direktur New York County Defender Services.
Germán menambahkan bahwa pihaknya kini sedang menunggu hasil autopsi resmi dari tim pemeriksa medis untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Our city must do better." ujar Stan Germán menegaskan posisi lembaganya dalam rilis resmi pada Selasa, 19 Mei 2026 malam.
Dua kasus baru ini menambah daftar panjang korban jiwa di Rikers Island setelah Barry Cozart (39) dan John Price (49) juga meninggal dunia akibat darurat medis pada Maret 2026. Berdasarkan data Departemen Pemasyarakatan, setidaknya ada 15 orang tewas di dalam atau sesaat setelah keluar dari tahanan kota pada tahun lalu.