Juri LCC MPR Kalbar Menuai Kritik Akibat Keputusan Kontroversial

Juri LCC MPR Kalbar Menuai Kritik Akibat Keputusan Kontroversial

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menuai kecaman publik setelah memberikan keputusan kontroversial dalam sesi rebutan pada Rabu, 13 Mei 2026. Penilaian tersebut dinilai tidak adil karena mengurangi poin peserta yang memberikan jawaban sesuai konstitusi.

Kericuhan bermula saat regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meskipun peserta memberikan penjelasan yang komprehensif, juri justru memberikan nilai minus lima karena alasan artikulasi yang dianggap tidak jelas.

Insiden di Pontianak ini memicu reaksi keras di media sosial, bahkan netizen membandingkannya dengan adegan ikonik dalam film Laskar Pelangi. Dilansir dari Suara, akun X @P3gEl menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk rekonstruksi adegan film namun dengan sikap juri yang berbeda jauh.

"Ini mah juri Cerdas Cermat MPR lagi main rekonstruksi adegan Laskar Pelangi ya? Di filmnya Bu Guru bilang: 'Maaf, ternyata jawabannya benar.' Di real life: 'Minus lima! Artikulasi tidak jelas! Dengar baik-baik!' Sama jawaban, beda nasib. Satu tim dapet +10, satu tim dapet -5. Cerdasnya peserta, cermatnya... entah ke mana," tulis akun @P3gEl.

Kritik netizen menyoroti integritas dewan juri yang dianggap enggan mengakui ketidaktelitian pendengaran mereka sendiri. Perbedaan mencolok terlihat pada sikap rendah hati tokoh juri di film yang berani meralat kesalahan, sementara juri dalam kompetisi nyata ini dinilai lebih memilih menyalahkan peserta.

"Juri MPR emang beda level, bro. Kalo di Laskar Pelangi juri akhirnya ngaku salah, ini mah ngotot sampe viral dulu baru klarifikasi. Laskar Pelangi cuma film, ini drama beneran. Oscar buat juri terbaik dong!" lanjut akun @P3gEl.

Dalam cuplikan pertandingan tersebut, perwakilan SMAN 1 Pontianak sebenarnya telah menyebutkan seluruh unsur jawaban termasuk keterlibatan DPR, DPD, dan Presiden. Namun, juri bersikeras bahwa frasa mengenai pertimbangan DPD tidak diucapkan oleh peserta sehingga poin dialihkan ke tim lain.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," tegas perwakilan Regu C dalam rekaman yang beredar.

Hingga berita ini diturunkan, cuplikan video kegaduhan tersebut masih menjadi perbincangan hangat karena dianggap mencederai sportivitas dalam kompetisi pendidikan tingkat nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi