Ahmad Sahroni dan Hotman Paris Kritik Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai

Ahmad Sahroni dan Hotman Paris Kritik Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai

Pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai yang melarang penembakan terhadap pelaku begal memicu kritik keras dari parlemen dan praktisi hukum pada Jumat (22/5/2026). Kebijakan tersebut dinilai tidak berpihak pada keamanan masyarakat dan korban kejahatan jalanan, seperti dilansir dari Suara.

Kritik pertama datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang menilai logika berpikir Menteri HAM keliru karena para pembegal justru telah merampas hak masyarakat untuk merasa aman. Sahroni menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas yang terukur dari aparat kepolisian terhadap para pelaku kriminal tersebut.

"Begal wajib ditindak dengan tembakan terukur, bukan tembakan mematikan. Itu yang saya setuju. Bapak kan MenHAM, harus bela dan berikan masyarakat rasa nyaman dan aman. Jangan malah dukung begal ya, Pak Pigai," ujar Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Kecaman serupa juga dilontarkan oleh pengacara senior Hotman Paris Hutapea yang mempertanyakan kapasitas serta empati Natalius Pigai dalam mengemban jabatan sebagai menteri. Hotman meminta sang menteri membayangkan situasi apabila kekerasan dari komplotan begal tersebut menimpa anggota keluarga dekatnya sendiri.

"Halo Pak Pigai Menteri HAM, sudah waktunya Anda mikir lagi. Apa Anda cocok jadi menteri HAM?" tantang Hotman Paris, Pengacara.

Hotman menegaskan bahwa statusnya sebagai pendukung loyal pemerintahan Presiden Prabowo tidak akan membuatnya tinggal diam terhadap opini menteri yang dinilai tidak masuk akal. Ia mendesak adanya tindakan nyata yang berorientasi pada perlindungan masyarakat korban kejahatan.

"Orang begal sudah di mana-mana, kau billing melanggar HAM. Coba kau bayangkan keluargamu dibegal, istrimu dibegal. Kau billing kalau begalnya ditembak itu melanggar hak asasi?" cetus Hotman Paris, Pengacara.

Hotman kemudian membandingkan rekam jejak kinerjanya dalam membela para korban pelanggaran hak asasi melalui program kemanusiaan yang ia kelola secara mandiri. Menurutnya, pencapaian kementerian terkait belum terlihat nyata sejak masa pelantikan.

"Gue kesel sama lu. Begitu banyak pelanggaran HAM di negeri ini, satu pun belum berhasil kau bela. Sudah ribuan korban HAM dibela oleh Hotman 911. Apa yang sudah kau bela?" kata Hotman Paris, Pengacara.

Hotman mengakhiri protesnya dengan memberikan sindiran agar Natalius Pigai mempertimbangkan kembali posisinya di kabinet. Ia berseloroh menawarkan posisi sebagai asisten hukum dengan iming-iming penghasilan yang besar.

"Pikir ulang untuk jadi menteri deh. Kau jadi pengacara saja, siapa tahu bisa jadi asisten Hotman. Nanti kemungkinan besar bisa dapat Lamborghini kalau jadi pengacara," tutur Hotman Paris, Pengacara.

Hingga saat ini, silang pendapat mengenai batasan perlindungan hak asasi manusia bagi pelaku kriminalitas jalanan yang meresahkan masih terus bergulir di tengah masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi