KRL Segera Berhenti di Stasiun JIS, Pramono Anung Siap Resmikan

KRL Segera Berhenti di Stasiun JIS, Pramono Anung Siap Resmikan

Konektivitas transportasi di Jakarta Utara akan semakin terintegrasi dalam waktu dekat. Fasilitas penunjang berupa Stasiun KRL Jakarta Internasional Stadium (JIS) di Tanjung Priok bersiap untuk segera beroperasi secara resmi.

Pembangunan infrastruktur penghubung yang mengoneksikan stasiun KRL tersebut dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) JIS-Ancol kini telah selesai dikerjakan, seperti dikutip dari Megapolitan pada Senin (18/5/2026). Sarana fisik seperti tangga penghubung, pagar pembatas dari besi, hingga struktur atap bernuansa abu-abu sudah tertata rapi.

Aktivitas pembangunan saat ini terpantau berfokus pada area peron stasiun. Sejumlah pekerja masih menyelesaikan detail di area tersebut, termasuk pengecatan tiang penyangga dengan warna hijau serta penyelesaian lantai berwarna abu-abu.

Fasilitas di atas peron juga dilengkapi dengan dua ruangan, di mana salah satu ruangan dicat mencolok dengan warna oranye, sementara ruangan abu-abu di sebelahnya masih dalam tahap penyelesaian. Kehadiran moda transportasi massal ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.

Seorang warga bernama Ani (40) memberikan pandangannya mengenai dampak positif dari kehadiran akses transportasi kereta tersebut bagi mobilitas publik.

"Istilahnya kita kalau ada acara di JIS, dari mana-mana kalau ada bola atau apa gitu, untuk acara-acara event-event yang lain bisa membantu banget KRL itu. Dari daerah bisa kan langsung ke sini gitu," kata Ani saat ditemui di sekitar lokasi, Senin.

Akses kereta ini juga dinilai mempermudah pergerakan warga wilayah Tanjung Priok yang sebelumnya harus menuju stasiun yang lebih jauh dari pemukiman mereka.

"Biasanya aku ke (Stasiun Jakarta) Kota. Dari sini kita naik, langsung ke Kota kan kita bisa juga ya. Atau kalau mau pulang kampung kan ke Senen dulu, dari sini langsung ke Senen bisa kan. Enak, jadi bisa membantu juga," tutur dia.

Harapan senada juga disampaikan oleh warga lain bernama Dedi (27) yang menginginkan kehadiran stasiun ini berimplikasi pada aktivitas olahraga di stadion.

"Harapannya, yang pasti, Persija jadi lebih sering main di sini. Sebelumnya kan yang sering jadi pertimbangan di JIS itu aksesnya yang orang billing susah," kata dia.

Rencana peresmian operasional stasiun ini juga telah dikonfirmasi oleh otoritas daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya untuk membuka stasiun tersebut setelah armada Commuter Line dipastikan berhenti melayani penumpang di sana.

“Ini di JIS sekarang sudah ada KRL, bahkan KRL sudah berhenti di JIS, minggu-minggu ini akan saya resmikan,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Senin.

Langkah integrasi ini diharapkan mampu mengurai simpul kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat kawasan stadion menyelenggarakan kegiatan berskala besar. Penggunaan transportasi publik diproyeksikan menjadi solusi utama pergerakan massa di wilayah utara Jakarta.

“Maka konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik,” kata dia.

Pemerintah daerah juga tengah mengkaji opsi perluasan jaringan transportasi lain, termasuk rute Light Rail Transit (LRT) yang direncanakan menghubungkan area Ancol hingga Pantai Indah Pik (PIK) guna memperkuat sistem interkoneksi antarmoda.

Artikel terkait

Rekomendasi