Pemerintah Kota Luzern merilis laporan penelitian independen pada Selasa (12/05/2026) yang mengungkap rekam jejak antisemitisme komposer Richard Wagner selama masa tinggalnya di kota tersebut. Investigasi ini dipicu oleh desakan parlemen kota untuk meninjau kembali sejarah museum dan pandangan ideologis Wagner yang kontroversial.
Penelitian yang dilakukan oleh Masyarakat Sejarah Swiss (SGG) ini berfokus pada dua periode utama, yakni masa hidup Wagner di Tribschen antara 1866 hingga 1872 dan proses pendirian museum pada 1931-1956. Sejarawan Patrik Süess dalam laporannya menegaskan bahwa pernyataan antisemit Wagner sangat jelas dan tidak dapat disangkal.
"Das Judenthum in der Musik" merupakan pamflet revisi yang diterbitkan Wagner saat menetap di Luzern, yang memperkuat posisi nasionalis radikal dan sikap antisemitnya. Selain itu, laporan tersebut menemukan bahwa pendirian museum pada tahun 1930-an melibatkan aktor-aktor yang memiliki hubungan dengan lingkaran Nasional Sosialis atau Nazi.
Dewan Kota Luzern menyatakan bahwa segala bentuk antisemitime tidak sejalan dengan prinsip kota dan akan ditolak secara konsisten. Pihak museum kini berkomitmen untuk menyajikan sejarah Wagner secara transparan tanpa melakukan dramatisasi atau upaya memperhalus fakta sejarah yang kelam.
Meskipun warisan musik Wagner tetap diakui sebagai salah satu yang paling berpengaruh di dunia, konteks sejarahnya kini menjadi elemen yang tidak dapat dinegosiasikan dalam biografi sang komposer. Hasil penelitian ini akan diintegrasikan ke dalam pengembangan museum mulai musim 2027 melalui pameran khusus dan konsep pendidikan baru.
Universitas Pendidikan Luzern saat ini sedang menyusun konsep penyampaian materi untuk sekolah-sekolah guna mendorong diskusi kritis mengenai antisemitime. Sementara itu, Museum Richard Wagner tetap mengoperasikan pameran yang sudah ada dan menyediakan katalog baru bagi para pengunjung yang ingin mendalami perspektif Yahudi terhadap karya Wagner.