PPIH Makassar Larang Jemaah Haji Simpan Air Zamzam dalam Koper

PPIH Makassar Larang Jemaah Haji Simpan Air Zamzam dalam Koper

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengeluarkan larangan bagi jemaah haji untuk membawa air zamzam di dalam koper bagasi saat kepulangan dari Tanah Suci. Peringatan ini ditegaskan Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, di Asrama Haji Sudiang pada Jumat (8/5/2026) guna mencegah pembongkaran paksa bagasi.

Risiko pembongkaran koper muncul karena seluruh bagasi penumpang wajib melewati pemindaian X-ray di bandara, yang mampu mendeteksi keberadaan cairan dengan sangat akurat. Dilansir dari Cahaya, pemerintah Indonesia telah menetapkan prosedur distribusi resmi sehingga jemaah tidak perlu membawa cairan tersebut secara mandiri di dalam tas besar.

Penegasan mengenai prosedur ini telah disampaikan secara rutin sejak masa bimbingan manasik agar para jemaah memahami konsekuensi jika melanggar aturan penerbangan tersebut.

"Dari awal saat manasik kami sudah sampaikan ke jemaah agar tidak usah isi air zamzam di koper. Karena pasti di X-ray, dan kalau ditemukan pasti dibongkar kopernya," kata Ikbal Ismail, Ketua PPIH Embarkasi Makassar.

Ikbal menambahkan bahwa teknologi pemindaian di bandara sangat sensitif terhadap segala jenis benda yang berada di dalam koper, termasuk botol-botol kecil berisi air.

"Semua yang ada di koper sekecil apa pun pasti kelihatan, apalagi air zamzam," ungkap Ikbal Ismail.

Langkah preventif ini diambil demi kelancaran arus logistik dan kepulangan jemaah di bandara. Sebagai gantinya, Embarkasi Makassar telah menyiapkan pasokan air zamzam yang dikirim langsung dari Arab Saudi untuk dibagikan kepada jemaah setibanya di tanah air.

Saat ini, sebanyak 3.000 galon air zamzam tahap pertama telah tiba di Asrama Haji Sudiang, dari total target sebanyak 16.913 galon yang akan dibagikan kepada seluruh jemaah.

"Alhamdulillah tadi pagi air zamzam telah tiba sebanyak 3.000 galon. Itu diperuntukkan bagi jemaah haji nanti pada saat balik ke tanah air," ujar Ikbal Ismail.

Setiap individu jemaah dipastikan akan mendapatkan jatah resmi sebanyak lima liter atau satu galon air zamzam. Ikbal menekankan bahwa penyediaan ini merupakan fasilitas negara agar jemaah tidak perlu melanggar aturan keamanan penerbangan.

"Jangan sekali-sekali memasukkan air zamzam di koper karena pemerintah sudah siapkan di asrama haji. Per jemaah dapat satu galon atau lima liter," jelas Ikbal Ismail.

Petugas daerah kini diminta untuk segera melakukan koordinasi pengambilan jatah air tersebut dengan melampirkan surat tugas serta data jumlah jemaah yang akurat. Selain distribusi gratis, pihak asrama haji juga menyediakan stok tambahan bagi pihak keluarga yang ingin membeli secara mandiri.

Artikel terkait

Rekomendasi