Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menginstruksikan calon jemaah haji asal Sumatra Utara untuk tidak melakukan aktivitas wisata kota sebelum prosesi puncak haji pada Jumat, 8 Mei 2026. Langkah ini diambil guna memastikan para jemaah tetap bugar dan fokus menjalankan rukun ibadah utama di Tanah Suci.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, memberikan peringatan tersebut sesaat setelah melepas keberangkatan 355 calon haji yang tergabung dalam Kloter 14 di Asrama Haji Medan. Ia menekankan bahwa prioritas utama jemaah saat ini adalah menjaga kondisi fisik demi kelancaran ibadah wajib.
"Saya mengingatkan calon jemaah haji agar fokus ibadah, terutama wajib haji," ucap Zulkifli Sitorus, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan.
Selain imbauan kepada jemaah, PPIH secara khusus meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Sumatra Utara untuk meniadakan agenda kunjungan wisata atau city tour. Kebijakan ini merupakan respon atas insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah asal Jawa Timur dan Jawa Barat di Madinah beberapa waktu lalu.
"KBIHU kita minta jangan banyak melakukan wisata kota. Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan bus yang membawa jemaah, padahal ibadah haji belum dilaksanakan," tegas Zulkifli Sitorus, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan.
Kecelakaan yang dimaksud terjadi di kawasan Jabal Magnet pada Selasa, 28 April 2026, yang melibatkan bus Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1. Meski pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa, sebanyak 10 orang calon haji dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa di lokasi yang berjarak 60 kilometer dari pusat kota tersebut.
Larangan mengenai kegiatan wisata kota ini juga diperkuat oleh regulasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah melalui Surat Edaran nomor S-88/BN/2026. Aturan tersebut secara tegas melarang city tour sebelum seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan oleh jemaah.
Aktivitas tambahan di luar rukun haji dinilai berisiko memicu kelelahan ekstrem bagi jemaah sebelum jadwal puncak dimulai. Saat ini, PPIH terus berkoordinasi dengan seluruh pimpinan KBIHU untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan tersebut demi keselamatan dan kesehatan seluruh calon haji asal Indonesia.