Sejumlah penyelenggara ibadah haji khusus mulai memberangkatkan ratusan jemaah melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat (15/5/2026) dengan penguatan pada aspek pendampingan medis. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko kelelahan dan gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem serta aktivitas fisik yang tinggi selama rangkaian ibadah di Arab Saudi.
PT Asia Utama Wisata (Asiatour) menjadi salah satu pihak yang memberangkatkan dua bus jemaah dengan menyertakan dokter spesialis paru dalam rombongan. Pimpinan PT Asia Utama Wisata, Hj. Nurbethi Lubis, menekankan bahwa pendampingan medis sangat krusial bagi jemaah lansia yang membutuhkan perhatian ekstra.
"Pelibatan dokter spesialis paru dalam rombongan ini bertujuan untuk mengantisipasi tantangan kesehatan di Tanah Suci, terutama terkait kondisi fisik dan cuaca bagi jamaah lansia," ujar Nurbethi Lubis, Pimpinan PT Asia Utama Wisata.
Selain layanan medis, pihak penyelenggara juga memberikan pembekalan teknis perjalanan guna memastikan keamanan jemaah. Nurbethi menilai kualitas layanan menjadi daya tarik utama mengingat kuota haji khusus tahun ini hanya tersedia bagi sekitar 17.680 jemaah dari total kuota nasional sebanyak 221 ribu orang.
Upaya serupa dilakukan oleh ESQ Tours yang telah memberangkatkan kloter perdana sebanyak 140 jemaah menuju Jeddah. Direktur ESQ Tours, Muhammad Solihin, menyatakan bahwa seluruh peserta dalam kondisi sehat dan siap menuju Baitullah untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah.
"Alhamdulillah, semua jemaah yang dijadwalkan berangkat hari ini dalam keadaan sehat, tidak ada yang tertinggal satu pun, dan Insya Allah kami akan bersama-sama menuju Baitullah," ujar Muhammad Solihin, Direktur ESQ Tours.
Penyelenggara ini mengerahkan 13 tenaga medis yang terdiri atas dokter umum serta dokter spesialis jantung, bedah, kandungan, hingga anestesi. Direktur Utama ESQ Tours, Luki Alamsyah, mengapresiasi kepercayaan para jemaah dan berkomitmen memberikan pelayanan agar ibadah berlangsung khusyuk.
"Tentu kami merasa terhormat atas kepercayaan Bapak-Ibu. Dan kami memastikan siap mempersembahkan perlayanan terbaik bagi Bapak-Ibu agar bisa menjalankan ibadah Rukun Islam terakhir ini dengan nyaman dan khusyuk, sehingga harapan meraih haji mabrur bisa kita peroleh," pungkas Luki Alamsyah, Direktur Utama ESQ Tours.
Muhammad Solihin menambahkan bahwa sejumlah tokoh agama dan pimpinan lembaga akan mendampingi langsung jemaah saat puncak haji mendatang.
"Insya Allah Amirul Hajj kami, Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian dan Pembimbing Ibadah kami, K.H Cholil Nafis akan turut membersamai pada puncak haji," tandas Muhammad Solihin, Direktur ESQ Tours.
Dari sisi kesiapan mental, jemaah juga dibekali program Talent DNA untuk mengenali potensi diri dan karakter bawah sadar. Pelatih spesialis Talent DNA, Coach Zaki, menjelaskan metode ini bertujuan membantu jemaah mencapai kondisi mabrur sebelum berangkat melalui pemahaman jati diri yang dianalogikan dengan fase Wukuf, Muzdalifah, dan Mina.
"Talent DNA membantu kita 'Arafah' yakni mengenal diri. Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya. Dimensi pertama dalam haji adalah kenal dulu siapa kita, pola perilaku kita, dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain," ungkap Coach Zaki, Pelatih spesialis Talent DNA ESQ Tours.
Program ini turut diujicobakan oleh jurnalis Metro TV, Rina Rahmadani, yang mendapatkan gambaran mengenai profil kekuatannya dalam berkolaborasi dan mengambil tindakan.
"Saya merasa seperti 'dibuka' ya, jadi lebih kenal diri sendiri. Ternyata dorongan saya adalah belajar dan kesetaraan," ujar Rina Rahmadani, Jurnalis Metro TV.
Terkait teknis ibadah di Makkah, Pembimbing Haji ESQ Tours, KH. Dr. Abdul Adzim Irsad, mengingatkan jemaah untuk memperbanyak tawaf dan shalat sunnah. Ia merujuk pada hadis yang menyamakan kedudukan tawaf dengan shalat, di mana setiap langkah kaki menghapus dosa dan mencatat kebaikan.
"Tawaf itu ibarat shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya. Barang siapa yang berbicara, hendaklah hanya berbicara yang baik," ujar KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.
Ia memaparkan bahwa pahala ibadah di Masjidil Haram yang berlipat ganda harus dimanfaatkan dengan tetap menjaga kebugaran fisik.
"Jika tawaf boleh berbicara, maka shalat tidak boleh. Jika berbicara dalam shalat, maka shalatnya batal," jelas KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.
Abdul Adzim menekankan bahwa kebiasaan menjaga ibadah berjamaah selama di Tanah Suci merupakan indikator kemabruran yang diharapkan tetap terjaga setelah kembali ke tanah air.
"Tidak aneh jika ada jamaah yang umrah berkali-kali selama di Makkah. Karena satu sujud saja lebih baik dari dunia dan isinya," ujarnya KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.
Kesungguhan dalam menjalankan kewajiban shalat lima waktu disebutnya sebagai jaminan ketenangan hati sekaligus tiket menuju surga.
"Barangsiapa menjaga shalat lima waktu dengan rukuk, sujud, dan thuma’ninah pada waktunya, dan ia yakin ini perintah Allah, maka ia akan masuk surga," jelas KH. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel.