Struktur kepemimpinan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI resmi berganti setelah Letnan Jenderal (Letjen) Robi Herbawan ditunjuk sebagai pimpinan baru pada Kamis (7/5/2026). Penunjukan ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan sebagai langkah regenerasi organisasi di lingkungan intelijen pertahanan negara.
Robi Herbawan melangkah ke posisi Kabais TNI setelah sebelumnya mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (BIK Intelhan) Kementerian Pertahanan. Kepastian mengenai mutasi jabatan ini disampaikan oleh Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait.
"Benar, Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan RI," kata Rico, dilansir dari CNN Indonesia.
Penempatan Robi pada posisi strategis ini bertujuan untuk meningkatkan performa intelijen dalam menjaga kedaulatan negara. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya penyegaran di dalam tubuh internal TNI agar pelaksanaan tugas operasional berjalan lebih efektif.
Rico menyatakan bahwa penunjukan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan penguatan organisasi untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas intelijen strategis pertahanan negara. Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah dinamika tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks.
Letjen Robi Herbawan mengisi posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Letjen Yudi Abrimantyo. Pejabat lama tersebut diketahui telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pucuk pimpinan BAIS TNI.
Keputusan mundurnya Yudi Abrimantyo berkaitan erat dengan insiden hukum yang melibatkan internal institusi. Peristiwa tersebut merupakan kasus penyiraman air keras yang dilakukan oleh empat anggota BAIS TNI terhadap Andrie Yunus, seorang aktivis dari organisasi KontraS.