Lima pos pelayanan terpadu disiagakan bagi jemaah haji Indonesia di Sektor Khusus Masjid Nabawi, Madinah, pada Minggu (10/5/2026). Penempatan titik layanan ini bertujuan mempercepat respons petugas terhadap kendala yang dihadapi jemaah di sekitar area pelataran masjid selama masa operasional haji.
Sebaran lokasi strategis ini mencakup gerbang-gerbang utama yang menjadi jalur pergerakan jemaah. Dilansir dari Cahaya, Kepala Sektor Khusus Nabawi, Muhammad Thoriq, merinci letak Pos 1 berada di pintu 336, sedangkan Pos 2 dipusatkan pada pintu 328.
"Lalu Pos 3 di pintu 310, lantas di pintu 365 dan pintu 360," jelas Thoriq, Minggu (10/5/2026).
Personel yang bertugas di setiap titik merupakan tim gabungan yang menerapkan sistem kerja multitasking. Tim ini terdiri dari unsur perlindungan jemaah, tim kesehatan (PKP3JH), serta petugas khusus untuk pendampingan lansia dan penyandang disabilitas.
"Petugas yang berada di pos-pos terdiri dari tusi linjam, tusi PKP3JH, dan tusi lansia serta disabilitas, kita di sini menerapkan prinsip multitasking," papar Thoriq.
Selain memberikan bantuan di titik statis, para petugas melakukan pemantauan aktif di area sekitar pintu Baqi dan kawasan Raudhah. Beberapa kendala yang sering ditemukan meliputi jemaah yang terpisah dari rombongan, kehilangan arah jalan pulang, hingga kehilangan alas kaki saat beribadah.
"Solusinya, kita di setiap pos-pos selalu menyediakan sandal cadangan," ungkap Thoriq.
Hingga hari ke-20 penyelenggaraan ibadah haji, arus keberangkatan jemaah dari Madinah menuju Mekkah terpantau terus mengalir. Data terbaru menunjukkan sebanyak 204 kloter dengan total 78.446 jemaah sudah tiba di Mekkah untuk menjalankan rangkaian umrah wajib.
Sementara itu, pendaratan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz di Jeddah juga terus bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 47 kloter yang membawa 17.861 jemaah telah mendarat untuk bersiap menuju puncak haji.