Lebih dari 500 mahasiswa asal Indonesia dilaporkan tengah menempuh pendidikan tinggi di berbagai universitas di Rusia untuk tahun akademik 2026/2027. Ekosistem akademik di negara tersebut kini menjadi daya tarik baru bagi generasi muda yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, seperti dilansir dari Medcom.
Pemerintah Rusia saat ini gencar mengembangkan program studi berbasis teknologi canggih. Pilihan program tersebut meliputi Big Data, teknologi informasi (IT), genetika, hingga robotika di beberapa pusat pendidikan seperti Moskow, St. Petersburg, dan Tomsk. Langkah ini didukung investasi besar untuk mendirikan sekolah teknik yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi global.
Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Andrey Omelchuk, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka menerima kehadiran talenta muda dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Tentang Indonesia, kita memiliki kurang dari 500 pelajar, yang sekarang belajar. Kebanyakan dari mereka belajar dengan bantuan Rusia. Tapi di sini, kita tahu bahwa potensi kerjasama besar, dan kita akan selalu senang melihat pelajar-pelajar Anda," ujar Omelchuk.
Sebagian besar dari total mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Rusia tersebut mendapatkan fasilitas pendidikan gratis. Pembiayaan kuliah ini didanai langsung melalui program Kuota Pemerintah Rusia.
Sistem pendidikan modern di Rusia dirancang agar mahasiswa memperoleh dasar pengetahuan yang kuat serta kualifikasi tinggi di bidangnya. Selama masa kuliah, para mahasiswa diberikan akses menggunakan peralatan mutakhir di laboratorium universitas serta kesempatan magang di berbagai perusahaan terkemuka.
Negara Beruang Merah ini juga menempati posisi ketujuh dalam pasar ekspor pendidikan global sebagai salah satu pusat pelatihan spesialis terkemuka. Saat ini, ada sekitar 400.000 mahasiswa internasional di Rusia, dengan lebih dari 1,5 juta lulusan asing yang bekerja tersebar di 180 negara.
Terdapat beberapa bidang studi yang menjadi primadona dan paling populer di kalangan mahasiswa Indonesia. Jurusan-jurusan favorit tersebut meliputi hubungan internasional, manajemen, kedokteran, serta teknik minyak dan gas.
Selain itu, beberapa mahasiswa Indonesia lainnya memilih untuk mendalami bidang teknik spesifik. Program yang dipilih antara lain ilmu komputer, matematika, serta rumpun sains dan teknologi lainnya.
Kemudahan Penyetaraan Ijazah
Keuntungan tambahan bagi pelajar Indonesia di Rusia ditunjang oleh kesepakatan bersama mengenai pengakuan timbal balik atas pendidikan, kualifikasi, dan gelar akademik. Perjanjian bilateral tersebut telah ditandatangani pada 11 Desember 2025 di Moskow.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia Valery Falkov bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Indonesia, Bryan Yuliarto.
Melalui berlakunya perjanjian ini, seluruh ijazah yang diperoleh mahasiswa Indonesia dari universitas di Rusia dapat diakui secara resmi di dalam negeri. Para lulusan tidak perlu lagi melewati prosedur verifikasi pendidikan tambahan yang rumit di Indonesia.