Mahasiswa USU Sabet Penghargaan Nasional Sosiopreneurship Innovillage 2025 di Bandung

Mahasiswa USU Sabet Penghargaan Nasional Sosiopreneurship Innovillage 2025 di Bandung

Dua tim mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) sukses mengamankan penghargaan nasional dalam kompetisi sosiopreneur tahunan 6th Innovillage 2025 yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Damar, Telkom University, Jawa Barat, pada Rabu (20/05/2026).

Ajang kolaborasi antara Telkom Indonesia, Telkom University, dan perguruan tinggi se-Indonesia ini mengusung tema "Drive Innovation, Create Impact, Build a Lasting Future". Kompetisi tersebut bertujuan mendorong penciptaan solusi digital terapan bagi masyarakat desa.

Dalam kompetisi ini, Tim Clear For All dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi USU berhasil membawa pulang Juara 1 kategori Best Showcase and Poster. Sementara itu, Tim Kripack dari Fakultas Teknik USU mengamankan Juara 2 kategori UMKM dan Pemberdayaan Perempuan.

Direktur Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. memaparkan bahwa capaian ini menjadi bukti konkret atas daya saing global mahasiswa USU dalam merancang inovasi teknologi yang berguna bagi publik luas.

“Kami mengapresiasi kerja keras, kreativitas, dan semangat mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang berdampak. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, bercolaborasi, dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional, dan USU terus mendukung upaya meraih prestasi global tersebut” ujar Prof. Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., Direktur Kemahasiswaan dan Kealumnian USU.

Penyelenggaraan Innovillage ke-6 ini mengadopsi sistem penilaian baru yang menerapkan pemetaan dampak sosial. Langkah tersebut diambil guna menyelaraskan visi perguruan tinggi dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Pendidikan atau universitas harus memberikan dampak yang besar bagi masyarakat,” kata Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., Rektor Telkom University.

Rektor Telkom University kemudian menambahkan mengenai pentingnya kontribusi nyata dari institusi pendidikan tinggi terhadap kehidupan masyarakat luas.

“Telkom University tidak ingin hanya reputasi akademisnya saja yang meningkat, tetapi juga ingin memberikan dampak nyata yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., Rektor Telkom University.

Berdasarkan keterangan pihak panitia, proses kurasi proposal diperketat lewat pendekatan design thinking yang berfokus pada lima kategori krusial. Kategori tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan disabilitas hingga penanganan kerawanan pangan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta IoT.

“Sebenarnya yang dicari adalah inovasi yang sederhana tapi malah bisa digunakan oleh masyarakat luas untuk menyelesaikan masalah keseharian,” ungkap Dr. Riza A. N. Rukmana, VP IT Governance & Quality Telkom Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi