Dunia maya digemparkan oleh beredarnya tangkapan layar percakapan kurang pantas yang melibatkan seorang mahasiswi tingkat akhir dengan dosen pembimbingnya di sebuah perguruan tinggi swasta. Tindakan ini memicu investigasi mendalam dari pihak manajemen kampus.
Demi mendapatkan kelulusan dan persetujuan untuk mengikuti sidang skripsi pada semester mendatang, mahasiswi tersebut disinyalir nekat menawarkan paket liburan bersama atau staycation kepada dosennya. Kasus ini mencuat setelah akun Threads @justbe_dyy, yang merupakan kekasih sekaligus calon istri sang dosen, mengunggah bukti pesan tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026, seperti dikutip dari Suara.
"Sore pak, saya *** (disensor), boleh enggak saya ikut sidang skripsi semester depan? Saya harus lulus tahun ini pak. Kalau bapak mau staycation sama saya boleh kok pak," tulis mahasiswa tersebut.
Selain melayangkan ajakan tersebut, mahasiswi itu juga mengeluhkan bobot mata kuliah yang diampu oleh sang dosen karena dinilai terlalu berat. Ia bahkan mengaku sempat meloloskan nilai akademisnya lewat jalur serupa dengan oknum pengajar lain di kampus yang sama.
"Kenapa matkul bapak susah banget & bapak juga mempersulit aku, aku ajakin enak bapak malah marah. Dosen lain enggak ada loh pak yang kaya bapak. Mereka nerima tawaran aku dan ngasih aku nilai B. Bapaaakk pliss tolongin akuuu," tulis mahasiswi tersebut lagi.
Mendapati pesan yang mengarah pada pelecehan verbal tersebut, sang dosen langsung mengambil langkah tegas. Ia menolak mentah-mentah tawaran dari mahasiswi bimbingannya dan memanggil yang bersangkutan ke ruang dekanat.
"Saya tegaskan bahwa ini termasuk pelecehan verbal dan saya keberatan dengan ini, anda melecehkan harga diri saya. Besok silakan datang ke ruang dekanat pukul .... Jika kamu menghindar, saya akan ajukan drop out anda dari kampus," balas sang dosen dengan tegas.
Setelah memenuhi panggilan di ruang dekanat, sikap mahasiswi tersebut dilaporkan berubah drastis menjadi tertunduk lesu dan mengakui semua kesalahannya di hadapan tim pemeriksa.
"Pelaku nunduk terus. Malu. Terus mohon mohon maaf ke aku... enggak defensif kayak semalam sih," ungkap sang dosen kepada pasangannya melalui pesan singkat.
Dalam pemeriksaan tersebut, mahasiswi itu juga membenarkan klaimnya mengenai keterlibatan oknum pengajar lain yang pernah menerima gratifikasi seksual darinya demi mendongkrak nilai kuliah.
"Ngaku kok (soal dosen lain). Makanya langsung diusut ke rektorat supaya ada audit internal. Siapa aja yang sudah pakai dia," lanjut isi pesan sang dosen.
Laporan pelanggaran moral ini kini telah resmi diteruskan oleh pihak dekanat ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk diaudit secara menyeluruh. Pihak rektorat menjanjikan sidang internal akan digelar paling lambat tiga hari setelah laporan diterima guna menentukan sanksi akademis bagi mahasiswi serta mengusut oknum dosen lain yang terlibat.