Manajemen Taksi Green SM Siap Dukung Investigasi Kecelakaan di Bekasi

Manajemen Taksi Green SM Siap Dukung Investigasi Kecelakaan di Bekasi

Manajemen Green SM Indonesia menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) Stasiun Bekasi Timur. Insiden tragis tersebut melibatkan armada taksi listrik mereka dengan rangkaian kereta api.

Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk memberikan informasi transparan guna membantu pihak berwenang mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut. Dilansir dari Suara, manajemen juga menyatakan dukungannya terhadap seluruh tahapan investigasi yang sedang berjalan.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," ungkap pihak manajemen Green SM Indonesia.

Tragedi transportasi ini terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, di kawasan Bulak Kapal. Kecelakaan bermula saat satu unit armada Green SM diduga menemper KRL, yang kemudian mengakibatkan rangkaian kereta tersebut melakukan pengereman mendadak di jalur tersebut.

Kondisi KRL yang berhenti secara tiba-tiba kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang sedang melaju kencang dari arah belakang. Berdasarkan data sementara, peristiwa memilukan ini telah mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Profil Taksi Green SM di Indonesia

Taksi Green SM atau GSM merupakan penyedia layanan transportasi ramah lingkungan yang menggunakan armada kendaraan listrik sepenuhnya. Perusahaan ini mulai beroperasi di pasar Indonesia sejak tahun 2024 dengan mengandalkan unit mobil listrik dari brand VinFast.

Layanan ini menonjolkan keunggulan berupa kabin yang bebas aroma bahan bakar serta mesin yang senyap. Pihak manajemen mengklaim bahwa setiap pengemudi telah dibekali pelatihan profesional untuk memberikan pelayanan berstandar tinggi kepada para pengguna jasanya.

Kepemilikan dan Ekspansi Global

Green SM beroperasi di bawah payung hukum Green and Smart Mobility JSC. Perusahaan asal Vietnam ini didirikan oleh Pham Nhat Vurong, yang merupakan sosok di balik konglomerasi besar Vingroup, pada Maret 2023.

Struktur kepemilikan perusahaan didominasi oleh Pham Nhat Vurong dengan kepemilikan saham mencapai 95 persen. Selain itu, posisi penting sebagai Ketua Dewan Direksi di GSM dipegang oleh Pham Thu Hong.

Ekspansi ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan bagian dari visi perusahaan untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik secara global. GSM berfokus pada empat pilar utama dalam menjalankan bisnisnya, yakni pertumbuhan global, orientasi hasil, pelayanan bintang lima, dan interaksi yang enerjik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Artikel terkait

Rekomendasi