Pria asal Swiss bernama Marc Rieben menghadapi dakwaan hukum setelah melakukan aksi pembunuhan dan mutilasi terhadap istrinya, Kristina Joksimovic, di kediaman mereka di Binningen, dekat Basel. Peristiwa tragis pada tahun 2024 ini dilatarbelakangi oleh perselisihan rumah tangga terkait rencana perceraian, hak asuh anak, dan masalah finansial.
Detail kekejaman pelaku terungkap melalui catatan pengadilan yang dilansir dari Wolipop. Pelaku yang berusia 41 tahun tersebut diduga mencekik korban menggunakan tali hingga tewas sebelum kemudian memutilasi tubuh model berusia 38 tahun itu menggunakan peralatan kebun dan bahan kimia.
Laporan autopsi menunjukkan bahwa bagian tubuh korban dipisahkan secara sistematis dan beberapa bagian dihancurkan menggunakan alat blender industri. Ahli forensik menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap tubuh korban yang dilakukan secara sengaja.
Penemuan jasad berawal saat ayah korban mendatangi rumah tersebut dan menemukan sisa tubuh putrinya di ruang cuci. Sebelum penemuan itu, pelaku sempat berdalih bahwa istrinya pergi meninggalkan rumah tanpa alasan yang jelas.
"Saat ayahnya membuka kantong plastik itu, ia menemukan kepala korban yang sudah terpisah," ungkap sumber tersebut.
Pihak kepolisian menemukan berbagai bukti alat yang digunakan untuk menghancurkan jenazah di lokasi kejadian. Meski bukti forensik menunjukkan adanya tindakan yang direncanakan, Rieben tetap bersikukuh bahwa perbuatannya hanyalah bentuk pertahanan diri.
Kristina Joksimovic dikenal luas di dunia modeling sebagai finalis Miss Switzerland tahun 2007 dan pelatih catwalk profesional. Korban sebelumnya sukses membangun karier sebagai mentor bagi para model muda di ajang internasional sebelum nyawanya dihabisi oleh suaminya sendiri.
Proses hukum terhadap Marc Rieben telah berjalan sejak Desember 2025. Kasus ini tercatat sebagai salah satu peristiwa kriminal paling mengerikan di Swiss karena pelaku dilaporkan sempat menonton video di platform YouTube saat melakukan aksi kejinya tersebut.