Maruarar Sirait Tekankan Penghijauan Pembangunan Kota Baru Lampung

Maruarar Sirait Tekankan Penghijauan Pembangunan Kota Baru Lampung

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan penegasan agar pembangunan Kota Baru Bandar Negara (KBN) di Provinsi Lampung memprioritaskan aspek lingkungan dan penghijauan secara intensif.

Langkah ini bertujuan memastikan kawasan pusat pemerintahan baru tersebut memiliki ekosistem yang terjaga dan tidak berakhir menjadi lahan gundul sebagaimana dilansir dari Kompas. Instruksi tersebut disampaikan Maruarar usai dirinya mengikuti agenda penanaman pohon di lokasi rencana pembangunan tersebut.

Politisi Partai Gerindra ini memberikan apresiasi terhadap langkah awal yang dilakukan pengelola kawasan dalam menyiapkan area hijau jauh sebelum konstruksi fisik dilakukan secara besar-besaran.

"Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Anshori (Tenaga Ahli Pendamping Gubernur Lampung Bidang Infrastruktur) yang sangat punya hati dan profesional, bagaimana nanti ada hewan juga yang bisa hidup, ada satu ekosistem yang luar biasa," ujar Maruarar.

Maruarar menilai bahwa inisiatif pembangunan KBN merupakan rencana positif bagi daerah. Namun, ia kembali mengingatkan agar kesiapan pohon-pohon peneduh harus berjalan beriringan dengan perencanaan tata kota.

"Kita tadi di sini rencananya akan dibangun kota baru. Saya senang sudah dipersiapkan ada kota baru, tapi pohon-pohonnya juga sudah dipersiapkan. Jadi, jangan nanti kota baru tapi jadi gundul," tegas Maruarar.

Mantan anggota DPR ini memandang bahwa menanam pohon saat kawasan belum dihuni merupakan keputusan strategis. Hal itu akan menciptakan keseimbangan lingkungan yang matang ketika warga mulai menempati wilayah tersebut kelak.

"Pohonnya dari awal sudah dipersiapkan dengan baik pada saat kotanya belum dipakai, belum jadi. Jadi, sangat bagus," tambah Maruarar.

Selain meninjau progres di Lampung, Maruarar turut memberikan apresiasi kepada Real Estat Indonesia (REI) yang dinilai memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dalam proyek perumahan mereka.

"Saya lihat REI, teman-temannya Pak Joko, selalu mempertimbangkan soal lingkungan," kata Maruarar.

Berdasarkan pengamatannya terhadap kontribusi pengembang, Menteri PKP tersebut berencana menginisiasi kebijakan baru terkait kewajiban penanaman pohon pada setiap unit hunian.

"Saya langsung menginisiasi kalau di setiap rumah subsidi dan juga komersial nanti kita buat kondisi paling tidak satu pohon, satu rumah," kata Maruarar.

Maruarar memproyeksikan bahwa penerapan kebijakan satu rumah satu pohon pada sektor subsidi memiliki dampak lingkungan yang sangat besar secara nasional setiap tahunnya.

"Kalau rumah subsidi itu satu tahun kuotanya 350.000 (unit), kalau satu pohon berarti ada 350.000 pohon tertanam. Belum lagi tinggal kesadaran dari masyarakat," tutup Maruarar.

Artikel terkait

Rekomendasi