Masjid Istiqlal Jakarta kembali membuka akses bagi masyarakat luas yang ingin menunaikan ibadah shalat Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026. Ibadah di masjid terbesar se-Asia Tenggara ini bisa diikuti secara langsung oleh seluruh umat Muslim.
Masyarakat yang ingin hadir tidak perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu, seperti dikutip dari Suara. Pihak pengelola menerapkan sistem terbuka agar seluruh jamaah dapat beribadah dengan mudah.
Pelaksanaan shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal dijadwalkan akan dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB. Pengelola mengimbau jamaah untuk memperhatikan waktu kehadiran karena kawasan masjid tidak dibuka selama 24 jam penuh menjelang hari raya.
Pintu masjid akan mulai dibuka sejak pukul 03.30 WIB dini hari. Waktu pembukaan ini disediakan bagi jamaah yang ingin datang lebih awal guna menghindari antrean panjang atau melaksanakan shalat Subuh berjamaah di lokasi.
Tata Tertib untuk Jamaah
Pengelola menetapkan sejumlah aturan demi kelancaran, keamanan, dan kekhusyukan ibadah bersama. Jamaah diminta datang lebih awal sebelum shalat dimulai untuk mencegah penumpukan di pintu masuk.
Seluruh jamaah wajib mengenakan pakaian yang menutup aurat, bersih, dan sopan saat memasuki area masjid. Selain itu, masyarakat diwajibkan membawa alat shalat pribadi dari rumah seperti sajadah atau mukena.
Setiap jamaah juga harus membawa kantong plastik pribadi sebagai wadah penyimpanan alas kaki secara mandiri. Sandal atau sepatu harus dijaga masing-masing demi mencegah risiko kehilangan atau tertukar di area rumah ibadah.
Barang bawaan yang dibawa ke lokasi sebaiknya tidak berlebih agar tidak mempersempit ruang ibadah jamaah lain. Keamanan barang berharga, seperti ponsel dan dompet, tetap menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing selama berada di area masjid.
Faktor kebersihan lingkungan juga menjadi poin penting yang ditekankan pengelola. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban demi kenyamanan seluruh umat yang hadir.
Akses Gerbang Masuk Jamaah
Pengelola telah mengatur beberapa pintu masuk yang disesuaikan dengan moda transportasi para jamaah. Pengaturan ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas masyarakat di sekitar area masjid.
Pejalan kaki dapat masuk melalui Gerbang 2 Al-Ghaffar yang berada di seberang Kantor Pertamina. Akses khusus pejalan kaki lainnya tersedia di Gerbang 5 Al-Fattah yang terletak di seberang Gereja Katedral, serta Gerbang 6 Al-Mukmin di seberang Tugu Adipura.
Bagi jamaah yang membawa kendaraan pribadi, pengelola menyediakan jalur masuk di Gerbang 3 Al-Aziz yang berada di seberang Kemenag atau SMPN 4 Jakarta. Pintu ini dapat diakses oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan roda empat yang ingin memanfaatkan fasilitas parkir di basement Masjid Istiqlal.