Mbah Marsiyah Jadi Jemaah Haji Indonesia Tertua Musim Haji 2026

Mbah Marsiyah Jadi Jemaah Haji Indonesia Tertua Musim Haji 2026

Seorang penjual jenang berusia 105 tahun asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bernama Mbah Marsiyah, resmi menjadi jemaah haji Indonesia tertua pada musim haji 2026. Dilansir dari Detikcom, ia telah mendarat di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (22/5/2026) pagi setelah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SUB 112.

Impian menuju Tanah Suci tersebut diwujudkan Mbah Marsiyah melalui keteguhan menyisihkan pendapatan usahanya selama bertahun-tahun secara rahasia. Keberangkatan ini sekaligus menjadi momen pertama kalinya bagi warga Kediri tersebut melakukan perjalanan jauh dan menaiki pesawat terbang.

Kepada tim Media Center Haji (MCH) yang menyambut kedatangannya, Mbah Marsiyah menceritakan metode menabung yang ia terapkan dari upah berdagang di depan rumahnya.

"Anu ya menabung, saya kan jualan jenang. Saya menabung sedikit-sedikit begitu, saya masukkan kaleng lalu saya simpan. Nanti kalau ada kurangnya, ditambahkan anak saya," tutur Mbah Marsiyah, Jumat (22/5/2026).

Jumlah uang yang dikumpulkan setiap harinya terhitung kecil, namun konsistensi tersebut membuat tabungannya perlahan cukup untuk biaya pendaftaran haji.

"Alah ya sedikit, kadang ya lima ribu, kadang ya dua ribu, begitu. Ndak banyak," ujarnya sambil tersenyum.

Upaya pengumpulan dana ibadah ini sengaja tidak dipublikasikan kepada lingkungan tempat tinggalnya demi menjaga kerahasiaan niatnya.

"Saya begitu pun dengan tetangga-tetangga diam saja, tidak bilang kalau menyisihkan uang untuk disimpan buat pergi (haji)," katanya.

Mbah Marsiyah baru mengumumkan rencana keberangkatannya setelah seluruh nominal ongkos naik haji yang dibutuhkan telah terpenuhi sepenuhnya.

"Terus tetangga-tetangga itu datang begitu. Sudah terkumpul uangnya terus saya beri tahu begitu," kenangnya.

Keseharian perempuan tertua di kloternya ini tergolong sederhana, di mana ia dahulu menjajakan dagangannya di bawah keteduhan sebuah pohon.

"Kalau jualan di depan rumah ada pohon sawonya. Kalau teduh begitu ada pohon sawonya," tuturnya.

Pengalaman perdana mengudara menggunakan pesawat komersial menuju Arab Saudi di usia seabad lebih memicu kelucuan tersendiri bagi orang-orang di sekitarnya.

"Ya enak toh. Orang ndak pernah keluar," katanya.

Meskipun baru pertama kali merasakan penerbangan udara, ia menegaskan bahwa proses perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi berlangsung lancar tanpa kendala.

"Ndak ada apa-apa. Setirnya halus kok. Ya ndak kencang sekali begitu, ndak," katanya sambil tertawa.

Sebelum keberangkatan ini, pihak keluarga mengungkapkan sebuah insiden medis di mana Mbah Marsiyah sempat pingsan di dalam kamar mandi saat berada di rumah sendirian.

"Untungnya pas saya datang ke rumah mbahnya pas menjenguk. Jadi pintunya itu dicongkel," kata putri Mbah Marsiyah yang mendampinginya.

Pasca-insiden tersebut, pengawasan ketat diberlakukan oleh pihak keluarga dengan mendampinginya secara bergantian demi menjaga kondisi fisiknya.

"Saya ndak pernah sakit," kata Mbah Marsiyah singkat saat dikonfirmasi mengenai rekam medis tubuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi