Memahami 6 Rukun Iman Sebagai Landasan Pokok Keyakinan Umat Islam

Memahami 6 Rukun Iman Sebagai Landasan Pokok Keyakinan Umat Islam

Enam rukun iman merupakan pilar utama keyakinan yang wajib dipegang teguh oleh setiap umat Islam. Fondasi ini berfungsi sebagai pedoman mendasar untuk memahami seluruh ajaran agama secara komprehensif.

Dilansir dari Detikcom, rukun iman menjadi instruksi utama dalam membangun kepercayaan seorang Muslim. Urutan keenam poin ini telah disepakati oleh para ulama dan memiliki esensi mendalam bagi kehidupan beragama.

Poin pertama yang paling mendasar adalah mengimani Allah SWT sebagai Zat Yang Maha Esa. Seorang Muslim wajib meyakini bahwa Allah tidak memiliki sekutu dan merupakan Pencipta seluruh alam semesta dari ketiadaan.

Umat Islam perlu mengenali sifat-sifat wajib Allah, seperti Wujud (ada), Qidam (dahulu), Baqa (kekal), Mukholafatu lil hawaditsi (berbeda dengan makhluk), serta Qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri).

Selanjutnya, rukun iman kedua adalah memercayai keberadaan malaikat. Makhluk yang diciptakan dari cahaya ini dikenal selalu patuh menjalankan instruksi Allah SWT tanpa cela sedikit pun.

Beberapa malaikat yang wajib diketahui antara lain Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, hingga Ridwan.

Keyakinan terhadap Kitab dan Rasul

Kepercayaan terhadap kitab-kitab suci menjadi pilar ketiga. Islam mewajibkan umatnya meyakini bahwa Allah menurunkan petunjuk berupa kitab Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia.

Bukti keberadaan kitab-kitab terdahulu tertuang dalam Al-Qur'an surah Al-Mu'minun ayat 49 yang berbunyi:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ

"Sungguh Kami benar-benar telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk."

Rukun iman keempat adalah meyakini utusan Allah atau para rasul. Mereka adalah manusia pilihan yang bertugas mengarahkan umat agar tetap berada di jalur kebenaran dan terhindar dari kesesatan.

Hal ini dipertegas dalam sebuah hadits riwayat Muslim saat Nabi Muhammad SAW menjawab pertanyaan Malaikat Jibril mengenai pengertian iman:

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيْمَانِ، قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخر، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَقَرِهِ قَالَ: صَدَقْتَ.

"Malaikat Jibril berkata, 'Ceritakanlah kepadaku tentang iman! Nabi menjawab, 'Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, Hari Kiamat, serta ketentuan baik dan buruk dari Allah.' Jibril kemudian berkata, 'Kamu benar!"

Kepastian Hari Akhir serta Qada dan Qadar

Mengimani hari akhir atau kiamat merupakan rukun kelima. Ini adalah keyakinan bahwa alam semesta akan hancur dan setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya selama di dunia.

Landasan mengenai hari pembalasan ini tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 4:

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ

"dan mereka yang beriman pada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat."

Pilar terakhir dalam rukun iman adalah meyakini takdir Allah SWT, baik itu Qada maupun Qadar. Qada dipahami sebagai ketetapan Allah sejak zaman azali, sedangkan qadar merupakan realisasi nyata dari ketetapan tersebut.

Surah Al-Qamar ayat 49 memberikan penegasan mengenai hal ini yang berbunyi: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran."

Artikel terkait

Rekomendasi