Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan kontribusi dalam memperkokoh budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penguatan program preventif di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).
Langkah penajaman strategi pencegahan ini mendesak dilakukan menyusul tingginya angka insiden kerja di dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Catatan sepanjang tahun 2025 menunjukkan ada 319.224 klaim kecelakaan kerja di Indonesia, dengan fatalitas yang mengakibatkan 9.834 orang meninggal dunia serta 4.133 pekerja mengalami cacat total maupun fungsi.
“Pendekatan yang selama ini cenderung reaktif dan hanya berfokus pada kompensasi tidak akan berkelanjutan secara aktuaria. Investasi di sektor hulu melalui program promotif dan preventif justru dapat menghasilkan penghematan yang lebih besar di hilir,” ujar Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan.
Selain kecelakaan fisik, kendala pelaporan ditengarai membuat pencatatan Penyakit Akibat Kerja (PAK) baru menyentuh angka 158 kasus, padahal data global dari WHO dan ILO mengindikasikan mayoritas kematian buruh dipicu oleh kondisi lingkungan kerja.
Rendahnya kepatuhan korporasi juga terlihat dari data bahwa dari total 450.000 perusahaan di Indonesia, baru sekitar 18.000 perusahaan yang mengadopsi Sistem Manajemen K3 (SMK3).
“Saat ini, penerapan SMK3 baru dilakukan sekitar 18.000 dari total 450.000 perusahaan di Indonesia,” imbuh Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan.
Guna menyelesaikan persoalan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan merumuskan tiga agenda utama bersama BPJS Ketenagakerjaan, yang meliputi optimalisasi tata kelola klaim, pelatihan K3 berbasis wilayah, hingga penegakan implementasi SMK3 secara terukur.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menyatakan kesiapan lembaganya untuk menindaklanjuti instruksi tersebut melalui sinkronisasi data, pemetaan area prioritas, serta perbaikan mekanisme klaim.
“Kegiatan pembekalan ini diharapkan menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan budaya K3 yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh lapisan industri Indonesia,” ujar Saiful Hidayat, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.