Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Puluhan Sekolah di Manokwari

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Puluhan Sekolah di Manokwari

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Manokwari melalui program revitalisasi fisik dan digitalisasi. Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memberikan rasa aman serta memotivasi murid di wilayah Papua dalam meraih cita-cita.

Dilansir dari Medcom, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meresmikan 31 sekolah yang telah merampungkan program revitalisasi tahun 2025 pada Jumat, 29 Mei 2026. Alokasi anggaran untuk puluhan satuan pendidikan tersebut mencapai Rp39,9 miliar.

Acara peresmian yang dipusatkan di SMP Advent Manokwari ini menandai penyerahan bantuan untuk peningkatan fasilitas belajar. Siswa SMP Advent, Jesenia Nelavita Wondoy, mengapresiasi kehadiran fasilitas modern seperti laboratorium IPA, Interactive Flat Panel, ruang UKS, hingga toilet bersih di sekolahnya.

"Bagi kami sebagai anak-anak Papua, bantuan ini bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga tentang harapan dan masa depan. Kami merasa diperhatikan, didukung, dan diberikan kesempatan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi," kata Jesenia Nelavita Wondoy, siswa SMP Advent.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa perbaikan sarana ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. Pemerintah berkomitmen merangkul sekolah negeri maupun swasta guna menyongsong Generasi Emas 2045.

"Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah dan sebagai tempat terjadinya melting point dan meeting point bagi seluruh anak Indonesia," jelas Abdul Mu'ti, Mendikdasmen.

Selain fisik, program ini mencakup infrastruktur pedagogis berupa 150.000 beasiswa guru ke jenjang D4 atau S1. Pemerintah juga menerapkan gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk memperkuat penanaman karakter murid.

Dalam kesempatan yang sama, Mu'ti menyerahkan mock-up prasasti penanda kerja sama kepada 17 sekolah penerima bantuan tahun 2026. Salah satu penerimanya adalah SD Negeri 75 Kerney yang selama 12 tahun berdiri baru pertama kali tersentuh bantuan pemerintah.

Kepala SD Negeri 75 Kerney, Serli Juli Rumpedai, mengungkapkan kegembiraannya karena sekolahnya kini akan mendapatkan ruang kelas baru, ruang UKS, serta rehabilitasi fasilitas. Pembaruan Data Pokok Pendidikan secara disiplin menjadi kunci sekolahnya memperoleh bantuan.

"Jujur sampai sekarang masih berdebar-debar, sangat bahagia dan tidak menyangka. Ini pertama kalinya kami mendapatkan bantuan," ungkap Serli Juli Rumpedai, Kepala SD Negeri 75 Kerney.

Langkah pusat ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat. Bupati Manokwari, Hermus Indou, menilai bantuan dari Kemendikdasmen sangat krusial bagi daerah di tengah keterbatasan anggaran pelayanan publik.

"Kunjungan Bapak Menteri hari ini merupakan wujud komitmen kebangsaan dan kehadiran negara di daerah dan secara khusus di tanah Papua. Transformasi pembelajaran dan digitalisasi layanan pendidikan ini menjadi hal yang sangat luar biasa kami dapatkan," ujar Hermus Indou, Bupati Manokwari.

Hermus meyakini kepedulian pemerintah pusat ini mampu memantik motivasi ganda bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Sinergi ini diharapkan memastikan anak-anak di ujung timur Nusantara memiliki pijakan kokoh untuk masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi