Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menerima berbagai masukan dan catatan evaluasi dari Tim Amirul Hajj pada Senin (8/6/2026) di Gedung VIP Bandara Soekarno Hatta untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada musim 2027 mendatang.
Dilansir dari Detikcom, operasional perjalanan haji tahun ini dinilai berjalan lancar, namun pemerintah tetap menyoroti beberapa sektor krusial yang memerlukan pembenahan menyeluruh demi kenyamanan jemaah.
"Kami bersyukur bahwa semua rencana, semua program perjalanan para jemaah haji sudah bisa berjalan sesuai harapan kita walaupun di sana sini ada beberapa kekurangan untuk menjadi bagian dari perbaikan ke depannya," kata Gus Irfan saat konferensi pers Amirul Hajj di Gedung VIP Bandara Soekarno Hatta, Senin (8/6/2026).
Kepadatan jemaah dari berbagai penjuru dunia di kawasan Mina menjadi salah satu titik kompleks yang memerlukan penanganan khusus pada masa puncak haji.
"Mina ini kita akui salah satu titik kelemahan karena memang seluruh jamaah dari seluruh dunia bertumpuk di Mina," ujar Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah.
Selain area Mina, Tim Amirul Hajj memberikan rekomendasi terkait ketepatan waktu transportasi pra dan pasca Armuzna, peningkatan fasilitas akomodasi agar lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyesuaian layanan konsumsi di tengah dinamika wilayah Timur Tengah.
Kualitas performa petugas kloter juga menjadi sorotan karena adanya kesenjangan kompetensi dengan petugas nonkloter yang telah mendapatkan pelatihan intensif sebelumnya.
"PPIH yang kita latih di Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede selama hampir satu bulan relatif performanya bagus, mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, tapi petugas yang dari kloter karena tidak mengikuti pelatihan seperti yang di PPIH itu ada kualitas, kesenjangan performance sehingga kita berpikir bahwa petugas kloter juga harus dilatih, sama dengan petugas PPIH," urai Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.
Kementerian kini memprioritaskan standarisasi pelatihan bagi seluruh petugas lapangan serta memperketat syarat pemeriksaan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
"Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istitha'ah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," kata Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah.
Rekomendasi lain mencakup peningkatan sanitasi tenda, pengurangan sampah plastik, perbaikan lini masa operasional, hingga transparansi kontrak layanan, di mana tata kelola Indonesia tahun ini turut mendapat apresiasi dari otoritas Arab Saudi.
Pemerintah juga mengapresiasi peran Media Center Haji dalam mendistribusikan informasi yang menenangkan bagi keluarga jemaah di Indonesia selama seluruh tahapan berlangsung.
"Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah," jelas Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 47.012 jemaah haji yang tergabung dalam 120 kloter telah tiba kembali di Indonesia.
Proses pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Bandara Jeddah ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026, disusul pergerakan gelombang kedua menuju Madinah hingga kepulangan kloter terakhir pada 1 Juli 2026.