Menkeu Purbaya Mengaku Belum Tahu Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar

Menkeu Purbaya Mengaku Belum Tahu Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp100 Miliar

Alokasi anggaran belanja negara kembali menjadi pusat perhatian masyarakat setelah pengadaan hewan kurban skala besar oleh Presiden Prabowo Subianto memicu tanda tanya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan dirinya belum mengetahui rincian anggaran tersebut.

Pengadaan total 1.098 ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah ini dilaporkan menghabiskan dana yang cukup fantastis. Seperti diberitakan oleh Suara, anggaran untuk program ini menyentuh angka Rp100 miliar yang bersumber dari dana APBN.

Saat ditemui oleh jurnalis di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Rabu (27/5) setelah ibadah salat Idul Adha, Purbaya tidak memberikan banyak komentar. Bendahara negara ini memaparkan bahwa Kementerian Keuangan belum mendapatkan laporan resmi mengenai dana Rp100 miliar tersebut.

"Saya belum tahu masalah itu. Nanti saya cek. Saya benar tidak tahu," kata Purbaya, dikutip hari Kamis (28/5/2026).

Situasi ini tergolong tidak biasa mengingat setiap pemanfaatan dana APBN idealnya melewati sistem pengawasan Kementerian Keuangan. Purbaya kemudian mengarahkan pihak media untuk menanyakan langsung detail pengeluaran ini kepada Kementerian Sekretariat Negara.

"Coba tanya Mensesneg. Saya rasa ya, itu dari uang mereka sendiri," kata Purbaya.

Pernyataan yang dilontarkan Menkeu Purbaya tampak berseberangan dengan informasi dari Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro. Sehari sebelumnya, Juri telah mengonfirmasi bahwa dana ratusan miliar tersebut dialokasikan melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden.

Juri menerangkan bahwa penyaluran sapi dalam jumlah masif ini dirancang untuk menyasar warga di berbagai wilayah pelosok. Besarnya anggaran yang disiapkan diklaim terjadi karena adanya perbedaan harga komoditas hewan ternak di masing-masing daerah.

"Ya sumbernya dari APBN. Dari pos anggaran bantuan presiden. Harga belinya tentu menyesuaikan harga sapi di berbagai daerah. Kurang lebih dananya Rp 100 miliyar," kata dia, Selasa (26/5).

Penyaluran 1.098 ekor sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto ini disebar menuju seluruh provinsi di Indonesia. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke sejumlah pondok pesantren, organisasi keagamaan, hingga masjid agung.

Pemerintah menyebut program ini sebagai instrumen untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan sektor peternakan lokal. Sapi yang dibeli merupakan ternak berbobot unggul yang diperoleh langsung dari para peternak di daerah.

Kendati demikian, penggunaan uang negara sebesar Rp100 miliar ini mulai memicu perdebatan di ruang publik. Sejumlah pengamat kebijakan dan netizen mulai mempertanyakan tingkat urgensi pemanfaatan dana publik untuk bantuan sosial tersebut di tengah situasi ekonomi saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi