Mensos Pertajam Data Bansos Buntut Siswa SMK Meninggal di Samarinda

Mensos Pertajam Data Bansos Buntut Siswa SMK Meninggal di Samarinda

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pertajaman data penerima bantuan sosial di tingkat daerah menyusul peristiwa meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).

Kasus ini menjadi perhatian serius setelah Mandala Rizky Syahputra, siswa berusia 16 tahun, menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi kesehatan yang dipicu oleh penggunaan sepatu sekolah yang terlalu kecil. Kejadian ini mencuatkan evaluasi terhadap jangkauan bantuan pemerintah bagi warga kurang mampu, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Maka itulah dari awal Pak Presiden minta kami mempertajam data supaya anak-anak dari keluarga yang memang memerlukan dukungan pemerintah bisa kita jangkau. Di sini kata kuncinya adalah data, perlu kerjasama dengan pemerintah daerah," ujar Saifullah, Menteri Sosial.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus untuk menyisir daerah-orang yang selama ini belum tersentuh bantuan. Kolaborasi antara pusat dan daerah dianggap krusial karena keterbatasan jangkauan pemantauan dari Jakarta.

"Tidak mungkin Jakarta ini bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Maka itu kita kerjasama dengan pemerintah daerah menggunakan teknologi," ucap Saifullah, Menteri Sosial.

Pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan penggunaan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Platform digital ini dirancang agar petugas di level desa atau dinas sosial dapat mengintegrasikan data lapangan secara langsung ke pusat.

"Data desa sampai ke Jakarta. Kita sudah terhubung lewat teknologi, daerah juga mengerahkan SDM yang untuk melakukan ground check. Melihat betul di lapangan," kata Saifullah, Menteri Sosial.

Mensos mengakui bahwa penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran dan belum merata masih menjadi persoalan besar yang harus segera diperbaiki. Salah satu solusinya adalah dengan menghadirkan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) hingga ke tingkat terbawah.

"Kami memiliki program bersama daerah untuk menghadirkan Puskesos di tingkat desa, Pusat Kesejahteraan Sosial, yang ini diharapkan menjadi tempat untuk menampung seluru keluhan, seluruh aspirasi, dan mungkin kebutuhan-kebutuhan keluarga dari desa tersebut," tutur Saifullah, Menteri Sosial.

Layanan di tingkat desa ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyerap data masyarakat yang benar-benar membutuhkan namun belum terdaftar dalam sistem penerima bantuan.

"Kalau bisa kita tampung, kita jangkau, dan kita mendapatkan data, kita tentu bisa memberikan bantuan," pungkas Saifullah, Menteri Sosial.

Berdasarkan laporan kronologi, Mandala meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026). Siswa kelas 2 SMK tersebut mengalami infeksi pada kakinya yang bermula dari kondisi sepatu sekolah yang tidak layak pakai karena ukurannya sudah kekecilan.

Kondisi kesehatannya dilaporkan terus menurun secara signifikan saat ia menjalankan program magang di sebuah pusat perbelanjaan. Infeksi tersebut mengakibatkan hilangnya nafsu makan hingga tubuh korban menjadi sangat kurus sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia saat sedang tertidur.

Artikel terkait

Rekomendasi