Mensos Saifullah Yusuf Melarang Jajaran Kemensos Cari Keuntungan Pribadi

Mensos Saifullah Yusuf Melarang Jajaran Kemensos Cari Keuntungan Pribadi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memperingatkan seluruh jajarannya di Kementerian Sosial agar tidak mencari keuntungan pribadi di tengah penderitaan masyarakat pada Senin (18/5/2026). Penegasan tersebut disampaikan dalam pengarahan di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"I ingin tegaskan, Kementerian Sosial tidak boleh menjadi tempat orang mencari keuntungan dari penderitaan rakyat," kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan bahwa pengelolaan bantuan sosial membawa harapan besar bagi kelompok rentan. Hal tersebut mencakup masa depan anak telantar, lansia, dan warga miskin yang membutuhkan kehadiran negara.

"Yang kita kelola adalah harapan keluarga yang tidak mampu, air mata kelompok rentan, masa depan anak-anak telantar, kehidupan lansia telantar dan hak saudara-saudara kita yang paling membutuhkan kehadiran negara," jelasnya.

Amanah besar dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan diharapkan tidak dikhianati oleh para pegawai. Program Sekolah Rakyat kini dipegang sebagai bagian dari kehormatan negara untuk menekan angka kemiskinan.

"Hari ini kita memegang program besar negara, Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan. Untuk memutus transmisi kemiskinan. Ini bukan program biasa, ini adalah kehormatan negara," ucap dia.

Gus Ipul menambahkan bahwa era saat ini membuat tindakan penyimpangan atau korupsi akan lebih mudah terbongkar oleh publik.

"Era makin sulit untuk korupsi. Kalau korupsi tinggal tunggu waktu. Kalau tidak hari ini ketahuan besok, kalau enggak besok lusa, kalau enggak lusa," kata dia.

Kompromi terhadap segala bentuk penyimpangan tidak akan ditoleransi demi menjaga nilai kepercayaan publik yang sangat mahal.

"Layanan hebat artinya layanan harus cepat, tepat sasaran, dan menyelesaikan masalah rakyat. Karena rakyat melihat, publik menilai kita, dan kepercayaan itu mahal," tutur dia.

Artikel terkait

Rekomendasi