Menteri Pertanian Amran Sulaiman menggelar pertemuan dengan sekitar 100 perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia di kediaman pribadinya kawasan Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026). Diskusi tersebut berfokus pada pemaparan capaian sektor pertanian serta komitmen pemerintah dalam memberantas praktik mafia pangan.
Dilansir dari Detik Finance, Amran memaparkan sejumlah kebijakan strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, termasuk perbaikan infrastruktur irigasi dan distribusi alat mesin pertanian. Salah satu pencapaian yang disoroti adalah keberhasilan pemerintah menurunkan harga pupuk hingga angka 20 persen di tengah krisis pangan global.
"Kemudian kebijakan-kebijakan pro rakyat kita sampaikan, mulai pertanian, salah satunya adalah infrastruktur pertanian, ada irigasi kita perbaiki, traktor kita berikan secara cuma-cuma, pupuk turun 20%. Itu tidak pernah terjadi selama republik ini merdeka. Ini pertama dalam sejarah, tidak pernah terjadi di saat dunia kekurangan pupuk, harga pupuk naik, harga pangan naik, Indonesia harga pupuknya turun, harga pangan stabil," sebut Amran.
Selain membahas masalah teknis, Mentan menegaskan bahwa transparansi hukum menjadi prioritas utama kementeriannya. Ia mengungkapkan bahwa puluhan individu yang terlibat dalam praktik korupsi di sektor pertanian saat ini telah diproses secara hukum guna memberikan efek jera.
"Sampaikan kepada seluruh anak bangsa, termasuk mahasiswa apa adanya, kita buka apa adanya tidak usah kita tutup-tutupi ada koruptor, kita penjarakan di sektor pertanian, ada sudah 76 tersangka," ujar Amran.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa turut menyampaikan laporan langsung mengenai kendala di lapangan, termasuk kelangkaan pupuk subsidi di wilayah Nusa Tenggara Barat. Amran merespons cepat laporan tersebut dengan mencabut izin distributor yang terbukti melakukan pelanggaran melalui sistem pemantauan daring.
"Dicabut, tadi sudah dicabut cuma 10 menit dicabut karena online. Dan itu diproses hukum, tidak boleh, terima kasih mahasiswa ini yang kita harapkan," imbuh Amran.
Isu lain yang mengemuka adalah peredaran bawang ilegal di wilayah Sumatera Utara yang dinilai merugikan petani lokal. Amran menegaskan bahwa tindakan tegas berupa penahanan akan terus dilakukan terhadap para pelaku kejahatan pangan demi menjaga kemakmuran negara.
"Ada juga mahasiswa lapor tadi bawang ilegal dari Sumatera Utara. Ada orangnya di belakang masih ada, nah itu ditangkap diMlnasukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur, bisa menjadi negara super power kalau kita melakukan satu kali pembiaran sama dengan beternak kejahatan di Republik ini," tutup Amran.