Menteri Agama Evaluasi Pelayanan Jemaah Haji 2026 di Mina

Menteri Agama Evaluasi Pelayanan Jemaah Haji 2026 di Mina

Peningkatan pelayanan di Mina menjadi rekomendasi utama Amirul Hajj setelah adanya penumpukan jemaah akibat keterbatasan ruang pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Evaluasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya perbedaan luas wilayah yang signifikan antara Arafah dan Mina. Seperti dilansir dari Detikcom, area Arafah memiliki luas sekitar 17 kilometer persegi, sedangkan luas wilayah Mina hanya berkisar 8 hingga 9 kilometer persegi.

"Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim dari Amirul Hajj adalah pertama, peningkatan layanan di Mina. Memang kita akui salah satu titik kelemahan kita kemarin adalah di Mina karena memang seluruh jamaah dari seluruh dunia bertumpuk di Mina," ujar Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.

Kondisi geografis yang dipenuhi gunung batu membuat area yang efektif digunakan di Mina menjadi semakin terbatas. Hal ini memicu terjadinya kepadatan massal karena seluruh jemaah haji dari berbagai negara berkumpul di titik yang sama.

"Itu pun yang bisa digunakan karena sebagian gunung batu tidak lebih dari 5 km persegi, sehingga ada pemampatan (penumpukan) dari jumlah jemaah," sambung Mochamad Irfan Yusuf.

Selain permasalahan ruang di Mina, manajemen transportasi pra dan pasca fase Armuzna juga mendapatkan sorotan. Meski secara umum pergerakan dari Makkah menuju Arafah berjalan lancar, keterlambatan jadwal tetap ditemukan di beberapa titik operasional.

"Memang pemberangkatan jamaah dari Makkah ke Arafah sudah sesuai dengan harapan kita, tapi ada beberapa titik yang sedikit terlambat dari jadwal kita. Demikian juga pergeseran dari Arafah ke Muzdalifah sampai Musdalifah ke Mina juga ada beberapa titik-titik yang di luar perkiraan kita, tapi semuanya masih terakhir Muzdalifah itu jam 7 pagi sudah bersih," kata Mochamad Irfan Yusuf.

Seluruh jemaah dilaporkan telah berhasil dipindahkan menuju Mina sebelum kondisi cuaca di Muzdalifah mulai memanas.

"Semua sudah bergeser ke Mina sehingga tidak ada yang harus berpanas-panas di Muzdalifah," imbuh Mochamad Irfan Yusuf.

Kelancaran juga sempat terlihat pada operasional Bus Sholawat yang melayani jemaah hampir tanpa henti selama musim haji. Kendati demikian, otoritas Arab Saudi sempat menghentikan sementara operasional bus tersebut setelah fase Armuzna selesai.

"Tapi kita berharap nanti bisa lebih cepat pembukaan kembali karena banyak jemaah selesai dari Armuzna ingin tawaf ifadhah menunggu busnya agak cukup lama karena belum dimulai pengoperasiannya bus Sholawat," tandas Mochamad Irfan Yusuf.

Artikel terkait

Rekomendasi