Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menginstruksikan petugas haji Indonesia agar mempertahankan kualitas pelayanan prima kepada jemaah selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Selasa (19/5/2026).
Langkah ini krusial karena fase puncak tersebut menjadi tolok ukur utama keberhasilan seluruh operasional penyelenggaraan ibadah haji, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Puncak dari haji adalah Armuzna, jika Armuzna berjalan sesuai harapan artinya kesuksesan sudah 80 persen," ungkap Gus Irfan setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) petang.
Apresiasi diberikan kepada segenap petugas dari berbagai daerah kerja yang telah mendedikasikan diri secara maksimal hingga hari ke-29 masa operasional.
"Saya apresiasi petugas haji, tone-nya sangat positif," katanya.
Koordinasi intensif berupa rapat evaluasi terus diselenggarakan setiap malam demi menjamin terpenuhinya hak-hak beribadah seluruh jemaah asal Indonesia.
Sementara itu, Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna Letkol Inf Surnadi menjelaskan bahwa peninjauan medan di tiga lokasi utama puncak haji telah dirampungkan oleh tim operasional.
"Di Arafah misalnya, kita sudah memastikan tenda-tenda dan fasilitas di dalamnya untuk memastikan jemaah haji bisa beribadah dengan nyaman," ujarnya usai memberikan sosialisasi Armuzna pada petugas haji Daker Bandara, Selasa (19/5/2026).
Manajemen penempatan jemaah ke dalam tenda wukuf akan diperketat melalui penempelan data kapasitas beserta detail kloter di setiap unit struktur.
"Jangan sampai ada jemaah yang tidak kebagian tenda," katanya.
Pengaturan kedatangan massal juga menjadi fokus utama mengingat ratusan ribu jemaah reguler dijadwalkan bergerak serentak menuju kawasan Arafah pada 8 Dzulhijah.
"Petugas harus bisa memanage gelombang masuknya jemaah," kata dia.