Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr Tawfiq Al Rabiah meminta agar jemaah yang telah menyelesaikan ibadah haji pada 2026 bersedia memberikan saran untuk perbaikan layanan di musim mendatang. Langkah tersebut diambil sebagai komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan pengelolaan dan pelayanan haji secara berkelanjutan, seperti dikutip dari Detikcom.
Melalui laporan Saudi Gazette, Al Rabiah lewat akun resmi X miliknya menyoroti pentingnya mendengarkan masukan serta rekomendasi dari para jemaah. Menurutnya, hal ini memegang peranan kunci untuk mendongkrak kualitas pelayanan dan memperkaya pengalaman jemaah secara menyeluruh.
Pengalaman jemaah ditegaskan tetap menjadi inti dari pengembangan ekosistem haji dan umrah yang berkelanjutan. Tawfiq Al Rabiah menjelaskan bahwa pengamatan, saran, serta ide langsung di lapangan berkontribusi signifikan untuk meningkatkan efisiensi layanan di setiap tahap perjalanan ibadah.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas dengan memprioritaskan keterlibatan langsung para jemaah dalam evaluasi pelayanan. Langkah tersebut digulirkan setelah berakhirnya musim haji 2026, yang ditandai dengan penerapan berbagai inovasi teknologi dan sistem pengelolaan terintegrasi untuk mempermudah perjalanan jemaah.
Musim haji 2026 juga mencatat perluasan signifikan pada layanan digital dan aplikasi pintar, lengkap dengan program edukasi, bimbingan, serta transportasi yang sejalan dengan target Visi 2030 Arab Saudi. Program ini bertujuan memastikan pengalaman ibadah yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi para tamu Allah.
Keterlibatan jemaah dalam proses evaluasi dinilai sebagai mekanisme efektif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Lewat cara ini, instansi terkait dapat mengidentifikasi tantangan sekaligus peluang berdasarkan pengalaman nyata, lalu menerjemahkannya menjadi program pengembangan yang memperkuat efisiensi operasional.