Menteri Mochamad Irfan Yusuf Imbau Jemaah Haji Hindari Cuaca Ekstrem

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Imbau Jemaah Haji Hindari Cuaca Ekstrem

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memilih waktu yang lebih longgar saat melaksanakan prosesi lempar jumrah di Mina, Arab Saudi, pada Kamis (28/5/2026) malam, demi menghindari kepadatan dan cuaca ekstrem siang hari.

Langkah pencegahan tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung pelaksanaan hari kedua lontar jumrah di lantai tiga kompleks Jamarat, Mina, sekitar pukul 21.50 waktu Arab Saudi, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kondisi di lokasi pada malam hari dinilai jauh lebih nyaman dan aman bagi keselamatan jemaah karena situasi yang tidak terlalu padat jika dibandingkan dengan pelaksanaan pada siang hari.

"Kita cari yang longgar kan kita akan minta jemaah juga memilih waktu yang longgar," ujarnya Mochamad Irfan Yusuf.

Kehadiran menteri yang akrab disapa Gus Irfan ini menarik perhatian jemaah haji Indonesia yang sedang beribadah di lokasi, di mana beberapa di antaranya menyapa dan mengajjak berfoto bersama.

Ia bersyukur karena pelaksanaan wajib haji tersebut berjalan relatif lancar hingga hari kedua, kendati tetap ada beberapa poin yang dicatat pemerintah sebagai bahan evaluasi pelaksanaan musim haji tahun depan.

"Alhamdulillah walaupun tentu dengan berbagai gejolak-gejolak, kita sudah masuk hari kedua. Mudah-mudahan sampai akhir lancar semuanya. Nanti kita evaluasi di mana kekurangannya supaya tahun depan lebih baik lagi," kata Mochamad Irfan Yusuf.

Menjelang selesainya fase mabit atau bermalam di Mina, jemaah kembali diingatkan untuk senantiasa mematuhi setiap instruksi yang diberikan oleh petugas di lapangan demi kelancaran ibadah.

"Imbauannya satu, ikuti arahan-arahan dari petugas, arahan dari ketua kelompok maupun ketua kloter. Itu semua demi kenyamanan dan keselamatan jemaah," tegas Mochamad Irfan Yusuf.

Secara spesifik, larangan melempar jumrah dikeluarkan untuk rentang waktu antara pukul 09.00 sampai 16.00 waktu Arab Saudi karena faktor suhu udara yang sangat tinggi serta kondisi massa yang sangat padat.

"Tadi juga kami mengimbau jangan lempar jumrah jam 9 pagi sampai jam 4 sore karena panasnya luar biasa dan sangat crowded," katanya Mochamad Irfan Yusuf.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi di lapangan secara berkala guna memastikan seluruh pelayanan bagi jemaah haji dapat berjalan dengan optimal.

"Ekspektasi 100 persen belum. Paling tidak 80 persen sudah lumayan, tinggal yang 20 persen kita perbaiki lagi," ujar Mochamad Irfan Yusuf.

Selain mengawasi fase di Mina, pemerintah saat ini juga telah mematangkan sejumlah skenario pergerakan logistik dan transportasi untuk pemulangan jemaah haji kembali ke Indonesia.

"Tim dari kita sudah menyiapkan beberapa alternatif pergerakan. Kalau alternatif A ada kendala, alternatif B sudah kita siapkan. Tadi pagi juga ada rapat untuk persiapan pemulangan ke Tanah Air," tutup Mochamad Irfan Yusuf.

Artikel terkait

Rekomendasi