Kondisi keamanan di Indonesia diklaim masih berada dalam status aman bagi seluruh masyarakat termasuk para pejabat negara oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya membuka Kelas Jurnalisme HAM di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (20/5/2026).
Pigai memberikan contoh mengenai pengalamannya pribadi yang kerap bepergian sendiri tanpa adanya pengawalan ketat namun tetap tidak pernah mendapatkan gangguan keamanan. Berdasarkan situasi tersebut, situasi di dalam negeri dinilai masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi di sejumlah negara lainnya, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Ya kita lihatlah ya, maaf ya 5 tahun terakhir gini kita boleh kritik, tapi Indonesia kan aman. Menteri, saya saja biasa jalan pakai sandal enggak ada yang ganggu, saya naik motor sendiri tidak pernah ada yang ganggu," kata Pigai.
Penilaian positif terhadap situasi keamanan dalam negeri juga dikaitkan dengan aktivitas Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara disebut tetap dapat menyapa masyarakat secara langsung tanpa mengalami kendala maupun gangguan keamanan.
"Pak Prabowo keluar dari mobil sapa semua orang, enggak ada kemarin mengganggu. Indonesia ini termasuk negara yang paling aman dibanding negara lain," ungkap Pigai.
Selain memaparkan situasi riil di lapangan, data mengenai jaminan hak atas kebebasan dan keamanan pribadi juga turut ditunjukkan. Berdasarkan Indeks HAM Indonesia Tahun 2024, sektor pemenuhan hak atas keamanan personal tersebut berhasil mencapai angka sebesar 83,62.
Perolehan angka indeks kebebasan pribadi itu menempati posisi tertinggi ketiga dalam catatan kementerian. Posisi pertama ditempati oleh jaminan hak untuk berserikat dengan angka 93,33, lalu diikuti jaminan atas hak kebebasan berpikir, beragama, dan berkeyakinan yang meraih angka 88,51.
"Oleh karena itulah nilai paling tinggi kalau yang ini, make sense," tutup Pigai.