Tiga menteri bersama sepuluh pejabat Israel meluncurkan seruan bagi warga sipil untuk melakukan aksi massa ke kompleks Masjid Al Aqsa pada Jumat, 15 Mei 2026 mendatang. Ajakan tersebut dilakukan guna memperingati momen pendudukan Israel atas wilayah Yerusalem Timur yang telah berlangsung selama lima dekade.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel melalui laporan Anadolu Agency, perayaan tahunan yang disebut sebagai Hari Yerusalem atau penyatuan kembali kota tersebut dijadwalkan jatuh pada 15 Mei menurut kalender Ibrani. Tanggal tersebut memiliki signifikansi ganda karena bertepatan dengan peringatan Nakba, yakni peristiwa pengusiran paksa ratusan ribu warga Palestina dari tanah air mereka.
Data dari Radio Angkatan Darat Israel merinci bahwa kelompok pejabat yang menuntut pembukaan Masjid Al Aqsa bagi umat Yahudi ini mencakup belasan anggota parlemen Knesset. Tiga nama anggota kabinet yang teridentifikasi memberikan dukungan langsung terhadap seruan ini adalah Menteri Komunikasi Shlomo Karhi, Menteri Olahraga Miki Zohar, dan Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli.
Laporan radio tersebut mengindikasikan adanya potensi penolakan dari pihak kepolisian Israel terhadap permintaan pengerahan massa tersebut. Kendati demikian, para pejabat dari kelompok sayap kanan menegaskan bahwa keputusan final terkait izin akses sepenuhnya berada di bawah otoritas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Masjid Al Aqsa memegang kedudukan sebagai situs suci ketiga paling penting bagi umat Islam secara global, sekaligus menjadi lokasi sensitif bagi umat Yahudi yang mengenalnya sebagai Temple Mount. Meskipun rabi-rabi secara tradisional melarang kunjungan karena kesucian situs, kepolisian Israel telah mengizinkan umat Yahudi masuk ke kompleks tersebut sejak tahun 2003 pada hari-hari tertentu.
Berdasarkan aturan status quo yang berlaku saat ini, warga Yahudi memang diperbolehkan mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa sebagai pengunjung. Namun, regulasi internasional dan kesepakatan yang ada secara ketat melarang umat Yahudi untuk melakukan kegiatan ibadah atau ritual keagamaan di dalam kawasan tersebut.