Menteri PPPA Arifah Fauzi Tuai Kritik Usai Usul Pindah Gerbong Wanita KRL ke Tengah

Menteri PPPA Arifah Fauzi Tuai Kritik Usai Usul Pindah Gerbong Wanita KRL ke Tengah

Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, untuk memindahkan posisi gerbong khusus wanita ke bagian tengah rangkaian KRL memicu polemik luas di masyarakat.

Saran tersebut muncul sebagai respons atas tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di wilayah Bekasi pada Senin malam, 27 April 2026. Seperti dilansir dari Suara, insiden memilukan itu mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Data di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas korban jiwa dalam kecelakaan tersebut merupakan penumpang perempuan yang berada di gerbong khusus paling belakang. Fakta inilah yang mendorong Arifah Fauzi untuk mendesak PT KAI mengubah tata letak penumpang.

Saat meninjau para korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Arifah Fauzi menyampaikan gagasan agar posisi gerbong perempuan tidak lagi berada di ujung rangkaian kereta demi alasan keamanan.

"Tadi, kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan." ujar Arifah Fauzi.

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah, Jadi yang laki-laki di ujung, yang iya, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu." tambahnya.

Namun, usulan ini segera mendapatkan reaksi keras dari berbagai pihak. Sejumlah pakar transportasi menilai bahwa memindahkan lokasi gerbong bukan merupakan solusi fundamental dalam mencegah kecelakaan kereta api.

Selain itu, netizen di media sosial juga mengkritik pernyataan tersebut karena dianggap kurang etis. Publik menilai usulan tersebut seolah-olah mengabaikan hak keselamatan bagi penumpang pria yang nantinya akan menempati posisi paling rawan di ujung kereta.

Sorotan Terhadap Kekayaan dan Koleksi Kendaraan

Di tengah kontroversi tersebut, perhatian publik juga tertuju pada rekam jejak harta kekayaan sang menteri. Berdasarkan laporan LHKPN yang dirilis per 31 Desember 2025, Arifah Fauzi tercatat memiliki total kekayaan bersih mencapai Rp12.588.476.672.

Aset terbesar miliknya didominasi oleh properti berupa tanah dan bangunan yang tersebar di belasan lokasi strategis seperti Pati, Bantul, Pandeglang, Bogor, hingga Depok, dengan nilai total Rp6,92 miliar.

Isi garasi sang menteri juga tidak luput dari sorotan karena dinilai memiliki selera otomotif yang cukup tangguh atau macho. Total nilai aset transportasi dan mesin yang dilaporkannya menyentuh angka Rp1.624.002.000.

Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah sebuah SUV klasik Toyota Land Cruiser tahun 1997 yang ditaksir bernilai Rp300 juta. Selain mobil tangguh tersebut, ia juga memiliki beberapa unit kendaraan modern lainnya.

Daftar Koleksi Kendaraan Menteri PPPA Arifah Fauzi Menurut LHKPN
Nama KendaraanTahun PerolehanTaksiran Nilai (Rp)
Toyota Alphard 2.5 G2018777.400.000
Toyota Innova V Hybrid2024533.600.000
Toyota Land Cruiser1997300.000.000
Honda Vario20107.000.000
Honda Supra X 12520076.002.000

Data tersebut menunjukkan keberagaman koleksi kendaraannya, mulai dari mobil mewah untuk kedinasan hingga motor harian yang bersifat merakyat. Selain aset fisik, Arifah Fauzi juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas yang jumlahnya melebihi Rp3 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi