Tim medis Angkatan Darat Inggris melakukan aksi terjun payung ke Pulau Tristan da Cunha di Samudra Atlantik untuk memberikan pertolongan darurat bagi seorang warga yang diduga terinfeksi hantavirus. Operasi kemanusiaan ini dilakukan setelah pasien tersebut meninggalkan kapal pesiar MV Hondius yang sedang dilanda wabah virus pada pertengahan April 2026.
Dilansir dari Detik iNET, pesawat angkut RAF A400M yang didukung pesawat RAF Voyager menerjunkan pasokan oksigen kritis dari pangkalan Oxfordshire menuju pulau paling terpencil di dunia tersebut. Pasien dilaporkan mengalami gejala diare pada 28 April dan demam dua hari kemudian, tepat dua minggu setelah turun dari kapal.
Tim penyelamat terdiri dari enam penerjun payung dan dua tenaga medis, termasuk seorang dokter dan perawat, yang melakukan lompatan tandem. Langkah ekstrem ini diambil karena Tristan da Cunha tidak memiliki landasan pacu dan hanya bisa diakses melalui jalur laut yang memakan waktu lama, sementara kondisi stok oksigen di pulau tersebut sudah menipis.
Brigadir Ed Cartwright menjelaskan bahwa tim menghadapi kendala cuaca yang sangat ekstrem saat menjalankan misi penyelamatan di wilayah seberang laut Inggris tersebut.
"Operasi luar biasa ini mencerminkan komitmen tak tergoyahkan kami kepada penduduk di wilayah seberang laut kami dan kepada warga negara Inggris, di mana pun mereka berada," sebut Menteri Luar Negeri Yvette Cooper.
Hantavirus yang teridentifikasi merupakan varian Andes yang diketahui dapat menular antarmanusia. Sejauh ini, otoritas kesehatan mengonfirmasi enam kasus positif hantavirus, termasuk dua warga Inggris yang kini dirawat di Belanda dan Afrika Selatan, serta tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terdapat dua kasus dugaan tambahan, termasuk pasien di Tristan da Cunha yang kini dalam kondisi stabil selama isolasi. Sebanyak 3,3 ton pasokan medis tambahan juga telah dikirimkan ke rumah sakit setempat untuk mendukung penanganan medis bagi 221 penduduk pulau tersebut.