Militer Israel menghadang sejumlah kapal aktivis internasional yang tergabung dalam Global Samud Flotilla di lepas pantai Siprus pada Senin pagi (18/5/2026). Pencegatan ini dilakukan untuk menggagalkan upaya armada tersebut dalam menerobos blokade laut di kawasan Gaza.
Aksi penghadangan itu terekam dalam siaran langsung organisasi aktivis, yang memperlihatkan para relawan mengenakan jaket pelampung sebelum tentara Israel bersenjata lengkap menaiki kapal. Seperti dilansir dari Kompas, konvoi ini melibatkan hampir 500 aktivis dari 45 negara menggunakan sekitar 50 kapal yang berangkat dari Marmaris, Turki, sejak pekan lalu.
Sebelum melakukan tindakan fisik di perairan internasional, otoritas keamanan Israel sempat memberikan peringatan resmi kepada rombongan kapal tersebut. Kementerian Luar Negeri Israel mendesak para aktivis untuk segera mengubah arah pelayaran mereka.
"Sekali lagi, provokasi demi provokasi: armada yang disebut 'bantuan kemanusiaan' tanpa bantuan kemanusiaan," tulis Kementerian Luar Negeri di X.
Pihak militer Israel sendiri memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai rincian operasi laut yang sedang berjalan ini. Kendati demikian, beberapa pejabat Israel menyebut tindakan dini harus diambil lantaran besarnya jumlah kapal yang bergerak menuju wilayah konflik.
Operasi serupa sebelumnya juga telah dilancarkan terhadap armada bantuan di dekat Pulau Kreta, Yunani, pada akhir April lalu yang berujung pada penahanan serta deportasi dua aktivis asing. Saat ini, para penyelenggara menyatakan bahwa armada yang dikerahkan merupakan gabungan dari kapal terdahulu dengan tambahan kapal-kapal baru.