Guru di Comunitat Valenciana Lanjutkan Mogok Kerja Tanpa Kesepakatan

Guru di Comunitat Valenciana Lanjutkan Mogok Kerja Tanpa Kesepakatan

Ratusan guru melakukan aksi mogok kerja dan berdemonstrasi di depan kantor Direktorat Wilayah Pendidikan di Alicante pada Kamis, 14 Mei 2026, setelah pertemuan Mesa Sectorial gagal mencapai kesepakatan. Pemerintah mencatat tingkat partisipasi aksi di wilayah tersebut mencapai hampir 22,3 persen.

Perselisihan ini dipicu oleh proposal Conselleria Pendidikan yang dianggap belum mengakomodasi tuntutan utama serikat pekerja, termasuk pemulihan daya beli dan penambahan jumlah staf. Pihak serikat menilai draf tersebut masih sangat jauh dari harapan mereka untuk memperbaiki kondisi kerja tenaga pendidik.

"aún está lejos" ujar para sindikat, merujuk pada kesepakatan dengan Conselleria karena draf yang dibawa ke pertemuan Kamis itu tidak memenuhi tuntutan mereka bahkan hingga 50 persen.

Marc Candela dari serikat STEPCV menegaskan bahwa pihaknya menuntut negosiasi yang lebih dalam dan harus mendapatkan validasi dari para guru di lapangan. Saat ini, mereka tengah menyusun usulan tandingan untuk dibawa kembali ke meja perundingan pada pekan depan.

"ni al 50%" kata para sindikat mengenai isi draf pra-kesepakatan yang diajukan pemerintah daerah.

"como un plan de formation del profesorado, el impulso de programas de uso de la lengua y la recuperación de certificaciones como mérito en la carrera docente" tambah pihak Conselleria terkait rencana promosi bahasa Valencia dan pelatihan guru.

Marta Hernandez, juru bicara Plataforma Familias en Lluita, mengkritik keras kurangnya sumber daya bagi siswa berkebutuhan khusus, terutama di tingkat pendidikan anak usia dini. Menurutnya, banyak anak di komunitas tersebut yang tidak mendapatkan akses ke guru pendamping atau spesialis pedagogi yang memadai.

"en Infantil no están ni la mitad de las maestras que se necesitan" ujar Marta Hernandez, Portuavoz Plataforma Familias en Lluita.

Di sisi lain, Beatriz Gascó selaku juru bicara pendidikan dari Partai Populer (PPCV) meminta serikat pekerja segera mencapai kesepakatan agar konflik ini tidak mengganggu akhir tahun ajaran. Ia menyebut pemerintah telah menunjukkan niat baik melalui puluhan pertemuan sejak September lalu.

"al parecer, el dinero sí que es la excuse de los sindicatos para dinamitar el fin de curso" kata Beatriz Gascó, Juru Bicara Pendidikan Grup Parlemen Populer.

Gascó menekankan pentingnya kelancaran ujian bagi lebih dari 30.000 siswa yang sedang bersiap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa hak siswa untuk menyelesaikan masa studi dengan jaminan normalitas harus menjadi prioritas semua pihak.

"Este Consell lleva 29 reuniones con los sindicatos desde septiembre, lo que desmonta el relato de quienes intentan presentar a la Generalitat como una administración cerrada al diálogo" ujar Beatriz Gascó.

"Más de 30.000 estudiantes se juegan en pocas semanas el acceso a la universidad. Tienen derecho a examinarse y terminar el curso con normalidad y garantías" tutur Beatriz Gascó.

Pemerintah daerah mengklaim telah menambah lebih dari 8.000 guru selama masa jabatan ini dan mengalokasikan sekitar 170 juta euro untuk rekonstruksi sekolah pasca bencana DANA. Meskipun demikian, serikat pekerja tetap merencanakan aksi lanjutan hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Artikel terkait

Rekomendasi