Setjen MPR RI Evaluasi Penilaian Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Setjen MPR RI Evaluasi Penilaian Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar

Sekretariat Jenderal MPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian dan verifikasi jawaban dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Langkah ini diambil menyusul adanya protes dari peserta yang ramai diperbincangkan di media sosial terkait pelaksanaan final di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

Dilansir dari Nasional, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa pembenahan aspek teknis diperlukan guna menjamin sportivitas dan transparansi. Penelusuran internal saat ini sedang dilakukan untuk menindaklanjuti polemik penilaian pada salah satu sesi perlombaan tersebut.

"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," kata Siti Fauziah, Sekretaris Jenderal MPR RI.

Siti menambahkan bahwa lembaga tersebut sangat memahami pentingnya nilai-nilai pembelajaran yang konstruktif bagi generasi muda. Penelusuran internal kini difokuskan pada sesi final yang melibatkan sekolah-sekolah unggulan di Kalimantan Barat.

"Panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal," jelas Siti Fauziah, Sekretaris Jenderal MPR RI.

Pihak Setjen MPR RI juga menekankan bahwa ajang ini merupakan sarana penguatan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Masukan dari masyarakat dinilai menjadi elemen krusial untuk menjaga integritas proses pembelajaran kebangsaan.

"Oleh karena itu, masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas," tutur Siti Fauziah, Sekretaris Jenderal MPR RI.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh elemen yang terlibat dalam mendukung pendidikan kebangsaan di daerah. Siti pun mengimbau agar semua pihak tetap menjaga situasi yang kondusif selama proses evaluasi berlangsung.

"Sehingga Sekretariat Jenderal MPR RI mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif, menghormati seluruh peserta didik," pungkas Siti Fauziah, Sekretaris Jenderal MPR RI.

Babak final LCC tingkat provinsi ini diikuti oleh SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Perselisihan bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai lembaga yang harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar seorang siswi dari Regu C, Peserta LCC.

Namun, jawaban tersebut justru dianggap salah oleh dewan juri sehingga nilai Regu C dikurangi lima poin. Pertanyaan kemudian beralih ke Regu B dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa dan dinyatakan benar oleh juri.

"Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh," ucap juri, Dewan Juri LCC.

Ketidakpuasan muncul dari pihak Regu C yang merasa jawaban mereka identik dengan jawaban yang diterima juri dari regu lawan. Mereka sempat meminta kesaksian penonton atas pernyataan yang sudah mereka sampaikan sebelumnya.

"Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B," kata peserta Regu C, Peserta LCC.

Meskipun terdapat sanggahan, hasil akhir perlombaan menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai pemenang karena unggul dalam akumulasi poin keseluruhan. SMAN 1 Sambas secara resmi menyandang gelar juara tingkat provinsi meskipun sesi tanya jawab tersebut menuai kontroversi.

Artikel terkait

Rekomendasi