Sekjen MPR Evaluasi Teknis Pengeras Suara Lomba Cerdas Cermat

Sekjen MPR Evaluasi Teknis Pengeras Suara Lomba Cerdas Cermat

Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis, termasuk kualitas pengeras suara, menyusul polemik penilaian juri pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat pada Kamis, 14 Mei 2026.

Langkah perbaikan ini diambil untuk merespons kegaduhan publik terkait keputusan juri yang memicu rencana pelaksanaan ulang kompetisi tersebut. Pihak penyelenggara mengidentifikasi adanya gangguan pada sistem suara sebagai salah satu faktor kendala di lapangan.

"Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," kata Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Siti Fauziah, dikutip dari Media Indonesia.

Siti Fauziah memastikan bahwa evaluasi tersebut bertujuan agar permasalahan serupa tidak terulang kembali di masa depan. Pernyataan ini sekaligus menanggapi keputusan pimpinan MPR yang telah memerintahkan pengulangan lomba tingkat final di Provinsi Kalimantan Barat.

Mengenai spekulasi di tengah masyarakat tentang ketidaknetralan tim penilai, Siti Fauziah memberikan klarifikasi tegas untuk membantah dugaan tersebut.

"Tidak. Itu tidak ada. Kita selalu mencoba juri itu semuanya tidak ada keterpihakan, tidak ada. Jadi yang disampaikan itu, clear tidak ada," ungkap Siti.

Penjelasan mengenai sikap resmi lembaga juga disampaikan terkait langkah-langkah administratif yang telah dilakukan sebelumnya. Siti menekankan bahwa permohonan maaf yang dirilis oleh kesekretariatan merupakan representasi kolektif dari seluruh panitia pelaksana.

"Jadi seperti rilis mungkin yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut," sebut Siti.

Ia menggarisbawahi bahwa permintaan maaf tersebut tidak lagi bersifat pribadi melainkan atas nama institusi secara resmi. Dengan demikian, tanggung jawab atas insiden dalam lomba tersebut sudah diambil alih oleh pihak kesekretariatan sebagai penyelenggara utama.

"Artinya bukan personal lagi, tapi itu adalah kelembagaan kesekretariatan yang langsung meminta maaf," kata Siti.

Artikel terkait

Rekomendasi