Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong seluruh pondok pesantren di Indonesia untuk menerapkan digitalisasi pada sistem perpustakaan dan dokumentasi manuskrip karya ulama Nusantara. Langkah ini ditegaskan dalam kegiatan Short Course Kurikulum Pesantren di Aula Buya Hamka, Jakarta, Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Akselerasi teknologi tersebut dinilai penting demi memperkuat tradisi keilmuan di era modern. Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Prof M Noor Harisudin, menyatakan bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pesantren agar adaptif terhadap zaman tanpa mencabut akar tradisi keilmuan Islam.
"Pesantren-pesantren yang sudah berkembang perlu mulai meng-upgrade inovasi pembelajarannya melalui digitalisasi, baik dalam sistem pembelajaran maupun pengelolaan perpustakaan," ujar Prof M Noor Harisudin, Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.
Pihak MUI juga menggarisbawahi bahwa pemanfaatan teknologi di lingkungan pesantren tidak boleh berhenti pada ranah administrasi serta manajemen pendidikan saja. Transformasi tersebut wajib menjangkau area pengembangan perpustakaan digital yang memuat kitab kuning serta literatur khas pesantren.
"Pesantren perlu memiliki e-library berbasis pesantren, sehingga karya-karya ulama dapat diakses melalui e-book maupun jurnal digital," jelas Prof M Noor Harisudin, Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.
Selain pengelolaan perpustakaan, perhatian khusus diberikan pada keberadaan manuskrip karya-karya ulama Nusantara yang saat ini masih tersebar di berbagai pelosok daerah. Upaya penyelamatan aset berharga tersebut harus segera dilakukan melalui digitalisasi agar terhindar dari risiko kerusakan fisik dan hilang seiring waktu.
"Ada manuskrip ulama Nusantara yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Karya-karya itu perlu dilestarikan melalui digitalisasi agar tetap menjadi sumber belajar generasi mendatang," ungkap Prof M Noor Harisudin, Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.
Penerapan digitalisasi ini menjadi instrumen krusial dalam memelihara keberlanjutan sanad keilmuan pesantren dari generasi terdahulu ke generasi masa depan. Melalui adaptasi teknologi ini, pesantren di Indonesia diharapkan dapat terus berkembang serta memiliki posisi yang setara dengan lembaga pendidikan global lainnya tanpa kehilangan identitas khasnya.