Nabi Isa AS merupakan satu dari 25 nabi serta rasul yang riwayatnya diabadikan dalam Al-Qur'an. Sosok beliau diyakini bakal mengakhiri fitnah Dajjal pada masa akhir zaman nanti.
Kehadiran Nabi Isa AS saat kiamat mendekat telah disebutkan dalam kitab suci maupun hadits Nabi Muhammad SAW. Beliau mengemban tugas untuk kembali menegakkan syariat Islam di muka bumi, seperti dilansir dari Detikcom.
Dalam kitab suci Al-Qur'an, kedatangan beliau menjadi salah satu indikator penting mengenai waktu kiamat. Allah SWT berfirman dalam surat Az-Zukhruf ayat 61:
وَاِنَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَATَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ
Artinya: "Sesungguhnya dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kamu ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah (petunjuk)-Ku. Ini adalah jalan yang lurus."
Kepemimpinan Nabi Isa AS juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW memberikan gambaran mengenai keadilan yang akan dibawa oleh putra Maryam tersebut.
"Demi Allah yang jiwaku berada di genggaman-Nya, Ibnu Maryam akan turun di tengah kalian sebagai pemimpin yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Harta akan melimpah ruah sehingga tidak seorang pun menerimanya (karena tidak ada lagi yang miskin), sampai-sampai satu kali sujud lebih baik dari dunia dan seisinya."
Abu Hurairah kemudian menyambungkan sabda tersebut dengan firman Allah SWT dalam QS An-Nisa ayat 159:
"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa AS itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (HR Bukhari dan Muslim)"
Proses terbunuhnya Dajjal di tangan Nabi Isa AS digambarkan terjadi saat bumi diselimuti kegelapan yang sangat pekat. Kaum mukminin kala itu sedang bersiap untuk menghadapi musuh setelah melaksanakan ibadah.
Nabi Isa AS akan turun dan langsung menyeru kepada umat Muslim yang tengah bersiap melakukan serangan. Beliau akan memperkenalkan diri sebagai hamba Allah dan kalimat-Nya di hadapan para pejuang Islam.
Ketika waktu salat tiba, Nabi Isa AS akan diminta untuk menjadi imam. Namun, beliau menolak dan meminta agar imam dari kalangan umat Muslim sendiri yang memimpin jalannya salat Subuh tersebut.
Usai ibadah, pasukan Muslim akan melakukan penyerbuan terhadap Dajjal. Saat melihat kehadiran Nabi Isa AS, sosok pendusta tersebut akan mulai mencair layaknya garam yang larut di dalam air.
Nabi Isa AS kemudian mengejar dan berhasil membunuh Dajjal. Kekuatan beliau membuat setiap orang kafir yang mencium aroma napasnya akan langsung binasa seketika.
"Setiap kafir yang mencium bau nafasnya pasti mati. Dan napasnya mencapai jarak sejauh pandang matanya. Dia mengejarnya (Dajjal) hingga berhasil menemukannya di Bab Lud, lalu membunuhnya." (HR Muslim)
Lokasi Kematian Dajjal
Hadits nabi secara spesifik menyebutkan sebuah tempat bernama Bab Lud sebagai lokasi eksekusi Dajjal. Hal ini ditegaskan kembali dalam riwayat Ahmad dan Tirmidzi.
"Ibnu Maryam membunuh Dajjal di Bab Lud."
Peristiwa ini menandai berakhirnya pengikut Dajjal di muka bumi. Bahkan benda mati seperti pohon dan batu akan membantu menunjukkan tempat persembunyian para pengikut pendusta tersebut kepada Nabi Isa AS.