Nadiem Makarim Jalani Operasi di Tengah Tuntutan 18 Tahun Penjara

Nadiem Makarim Jalani Operasi di Tengah Tuntutan 18 Tahun Penjara

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, harus menjalani operasi medis darurat pada Rabu (13/5/2026) tak lama setelah mendengar pembacaan tuntutan 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Kondisi kesehatan Nadiem menurun drastis sehingga memerlukan penanganan bedah segera di tengah proses hukum yang sedang menjeratnya.

Dilansir dari Lifestyle, Nadiem didiagnosis menderita fistula perianal, yakni infeksi yang menyebabkan terbentuknya saluran abnormal di ujung usus besar. Tindakan medis yang dilakukan pada hari yang sama dengan persidangan tersebut merupakan prosedur operasi kelima yang harus dilewati oleh pendiri Gojek itu untuk memulihkan kebugaran fisiknya.

Istri Nadiem, Franka Franklin Makarim, membagikan momen emosional tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Ia mendampingi suaminya dari ruang pengadilan hingga menuju meja operasi untuk memberikan dukungan moral dan emosional yang intens.

"Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya," ujar Franka, mengutip akun Instagramnya pada Kamis (14/5/2026).

Penegasan mengenai fokus keluarga pada kesehatan Nadiem disampaikan Franka di tengah guncangan akibat tingginya tuntutan pidana yang diajukan oleh jaksa. Ia memilih untuk memusatkan perhatian pada pemulihan fisik sang suami dibandingkan merespons materi hukum di pengadilan.

"Saya tidak akan berbicara tentang tuntutan yang mereka bacakan," kata Franka.

Kesetiaan anggota keluarga menjadi pilar utama bagi Nadiem dalam menghadapi tekanan berlapis dari masalah hukum dan gangguan kesehatan ini. Franka memastikan bahwa suaminya mendapatkan perlindungan emosional yang cukup agar tidak merasa sendirian menghadapi masa sulit tersebut.

"Yang saya tahu, saya ada di sini, kami semua tetap disini. Dan ia, dengan segala yang sedang ditanggungnya, tidak sendiri," ucap Franka.

Transisi cepat dari ketegangan di ruang sidang menuju prosedur bedah di rumah sakit disikapi keluarga dengan kepasrahan dan doa. Nadiem sempat mengutarakan kekecewaannya karena merasa pengabdiannya selama ini tidak dihargai oleh negara melalui tuntutan hukuman yang sangat berat.

"Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa," ungkap Franka.

Franka juga secara terbuka meminta dukungan spiritual dari publik demi kesembuhan suaminya dan kekuatan mental bagi seluruh anggota keluarga yang terlibat dalam situasi penuh tekanan ini. Harapan ini ia sampaikan sebagai bentuk upaya mencari keadilan dan keteguhan batin.

"Yang kami doakan bukan hanya untuk kesembuhannya. Saya mohon doa untuk keteguhan. Bagi kami, bagi semua yang berjuang di tempat yang sama, bagi mereka yang masih menunggu keadilan menemukan jalannya," tutur Franka.

Unggahan tersebut mendapat respons luas dari berbagai tokoh masyarakat, termasuk Maudy Ayunda yang menyatakan dukungannya di kolom komentar. Selain itu, tenaga medis dr. Mesty Ariotedjo juga turut mendoakan agar kebenaran segera terungkap bagi Nadiem.

"We are with you @frankamakarim @nadiemmakarim" tulis aktris Maudy Ayunda.

Harapan serupa datang dari Atalia Praratya, anggota Komisi VIII DPR RI, yang mendoakan agar Nadiem dan istrinya diberi kekuatan dalam menghadapi masa kesempitan ini.

"Semoga diberi kesembuhan segera Kak @nadiemmakarim dan Tuhan terangi langkah selaluu, mudahkan, dan buka kebenaran. Peluk kakak hebat @frankamakarim," tulis dr. Mesty.

Sejumlah figur publik lain seperti Prilly Latuconsina, Rossa, hingga Marsha Timothy juga terlihat memberikan simpati pada kolom komentar Franka. Saat ini, Nadiem masih dalam masa observasi pascaoperasi sementara proses hukumnya terus berjalan di pengadilan.

"Doa saya untuk mas nadiem dan bu franka. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa, menguatkan, menyembuhkan dan memberi jalan keluar dari setiap kesempitan," tulis Atalia Praratya.

Artikel terkait

Rekomendasi