Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjalani tindakan operasi medis kelima kalinya pada Rabu malam, 13 Mei 2026, setelah menghadiri sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Kabar mengenai kondisi kesehatan tersebut disampaikan oleh sang istri, Franka Makarim, melalui unggahan di media sosial yang dilansir dari Suara pada Kamis, 14 Mei 2026. Nadiem diketahui menderita fistula perianal, sebuah kondisi saluran abnormal di area anus yang berisiko infeksi berulang.
"Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa," tulis Franka Makarim, Istri Nadiem Makarim.
Kondisi medis ini memaksa Nadiem menjalani serangkaian prosedur pembedahan karena adanya risiko reinfeksi yang membutuhkan pengawasan intensif. Sebelumnya, penurunan fisik terdakwa sempat terlihat selama persidangan, bahkan ia pernah hadir dengan alat bantu selang infus.
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan Nadiem menjadi tahanan rumah. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan kebutuhan pemulihan kesehatan pascaoperasi bagi terdakwa di tengah jadwal persidangan yang padat.
Kasus hukum yang menjerat Nadiem berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) periode 2020–2022. Jaksa Penuntut Umum menyatakan proyek tersebut merugikan keuangan negara lebih dari Rp2 triliun akibat spesifikasi yang menguntungkan pihak tertentu.
Dalam sidang yang berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, jaksa melayangkan tuntutan pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp1 miliar subsider kurungan. Selain itu, terdapat tuntutan uang pengganti senilai triliunan rupiah atas aliran dana dan aset yang dinilai tidak wajar.
Nadiem membantah seluruh tudingan jaksa dan menegaskan bahwa kebijakan digitalisasi pendidikan yang ia jalankan tidak mengandung unsur korupsi. Ia menilai tuntutan hukuman yang diberikan kepadanya sangat berlebihan dibandingkan kasus pidana serupa lainnya.