Pemimpin sayap militer Hamas, Izz al-Din al-Haddad, diumumkan telah tewas oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah rapat kabinet khusus pada Minggu (17/5/2026), sebagaimana dilansir dari Kompas.
Pengumuman tersebut disampaikan di museum Knesset dalam rangka memperingati Hari Yerusalem. Al-Haddad disebut oleh militer Israel sebagai salah satu arsitek terakhir yang tersisa dari serangan 7 Oktober 2023 di wilayah selatan Israel.
"Pada akhir pekan, kami menyingkirkan teroris utama Izz al-Din al-Haddad. Dia pada dasarnya adalah orang nomor satu di sayap militer Hamas, dia telah dieliminasi," kata Netanyahu dalam rapat kabinet.
Pihak Israel menyatakan bahwa figur tersebut memikul tanggung jawab besar atas berbagai operasi militer yang merugikan warga mereka. Kematian al-Haddad diklaim sebagai pencapaian signifikan dalam operasi militer Israel yang sedang berlangsung.
"Dia menggunakan penculikan, penyanderaan sandera, dan menjadikan para sandera sebagai tameng manusia, dan sekarang dia sudah tidak ada lagi," tambahnya.
Sebelumnya, Netanyahu juga menegaskan bahwa al-Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, luka-luka, dan penculikan ribuan warga sipil Israel serta tentara IDF.