Gelombang protes dan seruan boikot dari sejumlah netizen Malaysia kini melanda Restoran Padang Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Aksi ini mencuat di media sosial sejak Minggu, 17 April 2026, setelah muncul kabar kesalahpahaman pembayaran yang melibatkan rombongan wisatawan asal negara jiran tersebut.
Persoalan tersebut ramai diperbincangkan publik setelah sebuah akun Twitter mengunggah cerita mengenai polemik dugaan fitnah terhadap turis Malaysia yang dituding belum membayar makanan. Berita yang memicu reaksi keras netizen ini dilansir dari media disway.id.
Akun @sicupuh mengawali diskusi publik ini melalui sebuah unggahan yang menyoroti rencana boikot dari para wisatawan asing tersebut.
"Rame diskursus turis dari Malaysia pada mau boikot Pagi Sore terutama di PIK karena fitnah nggak bayar," tulis akun @sicupuh.
Insiden bermula ketika rombongan wisatawan makan di restoran tersebut pada 13 Mei 2026 dengan total tagihan mencapai Rp907.500. Dua hari berselang, sopir travel yang mereka gunakan menyampaikan bahwa pihak manajemen restoran mempertanyakan pembayaran dan mengancam akan memviralkan kejadian itu karena menganggap transaksi belum selesai. Bukti transaksi kartu dan nota pembayaran akhirnya berhasil ditemukan sehingga manajemen mengakui adanya miskomunikasi, namun akun Instagram resmi restoran langsung dibanjiri tuntutan netizen.
Akun @hrzynv melayangkan protes keras dan meminta pihak restoran untuk segera mengunggah pernyataan maaf secara terbuka di media sosial.
"Dimana pernyataan maaf mu? Unggah pernyataannya disini! Guys Malaysians banyak lagi nasi padang yang enak kamu bisa pergi ke @rindurasaasia @padangmerdeka @simpangraya," tulis akun @hrzynv.
Kritik tajam mengenai kerugian moral yang dialami oleh pelanggan juga disuarakan oleh pengguna media sosial lainnya.
"Hayoloh diserbu netizen Malaysia, di mana permintaan maafmu terhadap customer yang dirugikan tersebut wahai Pagi Sore," tulis akun @the_bumblebee11.
Kekecewaan yang mendalam atas tuduhan keliru tersebut memicu reaksi penolakan dari warga Malaysia untuk berkunjung kembali ke restoran itu.
"Boikot! No more Malaysian tourist," tulis akun @orkedbyazurabohari.