PPIH Arab Saudi Jelaskan Keabsahan Niat Haji bagi Jemaah Disabilitas

PPIH Arab Saudi Jelaskan Keabsahan Niat Haji bagi Jemaah Disabilitas

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan penjelasan mengenai tata cara niat bagi jemaah disabilitas fisik di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah pada Minggu (10/5/2026). Penegasan ini bertujuan untuk menghilangkan keraguan jemaah tunawicara maupun tunarungu mengenai keabsahan ibadah mereka.

Dilansir dari Detikcom, Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, Anis Dyah, menyampaikan bahwa ketulusan jiwa merupakan inti utama dari sebuah ibadah. Keterbatasan dalam melafalkan bunyi doa tidak mengurangi nilai religiusitas seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.

Anis menjelaskan bahwa secara fundamental, niat adalah perkara yang terletak di dalam hati manusia. Meskipun dalam tradisi haji dan umrah disarankan untuk disuarakan sebagai bagian dari syiar, hal tersebut bukan merupakan kewajiban yang bersifat kaku bagi setiap individu.

"Niat itu adanya di dalam hati. Kalaupun khusus untuk niat umrah dan haji ini sebisanya disuarakan untuk syiar. Tetapi dalam kondisi tertentu, seperti jemaah tunawicara atau tunarungu yang mengalami kesulitan berbicara, maka boleh dengan bahasa semampunya atau bahkan cukup di dalam hati saja," ungkap Anis.

Pihak otoritas keagamaan menekankan bahwa syariat Islam bersifat inklusif dan tidak memberikan beban di luar batas kemampuan fisik jemaah. Prinsip dasar ini menjadi jaminan bahwa ibadah tetap sah selama dilakukan sesuai dengan kesanggupan masing-masing jemaah.

Anis kemudian merujuk pada prinsip syariat mengenai batas tanggung jawab manusia terhadap perintah agama.

"Lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus'ahâ"

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa Tuhan tidak memberikan tuntutan hukum kecuali atas apa yang mampu dijalankan oleh hamba-Nya tanpa paksaan yang mencederai keikhlasan.

"Allah tidak membebani sebuah aturan syariat kecuali atas kemampuan hamba itu sendiri. Fattaqullâha mastatha'tum, silakan jalankan perintah Allah sesuai kemampuan saja," tambahnya.

Jemaah dengan kebutuhan khusus diimbau untuk tetap tenang dan fokus pada esensi ibadah tanpa perlu merasa cemas terhadap kekurangan fisik. PPIH terus memantau dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Artikel terkait

Rekomendasi